DPRD Pekanbaru Imbau Pemerintah Perkuat Pencegahan HIV

  • 06 Apr 2026 11:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Provinsi Riau menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dalam kurun waktu 28 tahun terakhir, yakni sejak 1997 hingga 2025, telah tercatat 11.336 kasus HIV.

Yang menjadi perhatian utama, Kota Pekanbaru tercatat sebagai daerah dengan kontribusi kasus HIV tertinggi di provinsi ini. Dari total kasus yang ada di Riau, sekitar 58,20 persen atau sekitar 6.598 kasus berasal dari Pekanbaru. Angka ini menempatkan ibu kota Provinsi Riau tersebut sebagai episentrum penyebaran HIV di wilayah Riau.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi NasDem, Aidhil Nur Putra, menyatakan keprihatinannya terhadap tingginya angka kasus HIV, khususnya di Pekanbaru. Ia menilai bahwa ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintah kota untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan HIV secara lebih efektif.

Menurut Aidhil, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan cara pencegahan penularan HIV. "Upaya edukasi kepada masyarakat harus lebih digencarkan, terutama terkait pola hidup sehat dan pencegahan penularan HIV," ujarnya Senin 6 April 2026.

Selain edukasi, Aidhil juga mendorong peningkatan akses layanan kesehatan, seperti tes HIV secara dini serta pengobatan yang berkelanjutan bagi para penderita HIV. Ia menekankan bahwa masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga masalah sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

"AIDS ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, hingga masyarakat," kata Aidhil, yang berharap ada sinergi yang lebih baik antar sektor terkait dalam mengatasi masalah ini.

Aidhil juga menegaskan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Stigma yang beredar seringkali menghalangi penderita untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang mereka butuhkan. “Penting untuk menghapus stigma ini, agar orang dengan HIV/AIDS tidak ragu untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan yang tepat,” tambahnya.

Dengan tingginya angka kasus di Pekanbaru, Aidhil berharap pemerintah kota dapat segera mengambil langkah-langkah strategis dan terukur untuk menekan laju penyebaran HIV dan meningkatkan kualitas hidup para penderita. "Semoga pemerintah kota dapat segera mengambil langkah strategis dan terukur untuk menanggulangi penyebaran HIV dan memperbaiki kualitas hidup para penderita," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....