RAPP Paparkan Kesiapsiagaan Karhutla pada Apel Kesiapsiagaan Nasional 2026
- 05 Mar 2026 13:29 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memaparkan komitmen dan langkah strategis dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penganggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional 2026, Kamis 5 Maret 2026.
Paparan tersebut disampaikan oleh Fire Mineral Coordinator Fire and Aviation Department RAPP, Widi Santoso, didampingi Manager SHR RAPP, Wijatmoko Rah Trisno. Dalam kesempatan itu, RAPP menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla, khususnya di wilayah rawan kebakaran.
Widi Santoso mengatakan perusahaan secara konsisten menjalankan berbagai langkah mitigasi guna meminimalisir potensi kebakaran.
“PT Riau Andalan Pulp and Paper berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut kami lakukan melalui berbagai langkah mitigasi secara berkelanjutan, terutama di area yang berpotensi rawan kebakaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan dilakukan melalui patroli darat secara rutin serta pemantauan udara menggunakan teknologi drone. Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan sosialisasi kepada karyawan maupun masyarakat sekitar terkait pentingnya pencegahan karhutla.
Menurutnya, RAPP juga menyiapkan sejumlah posko siaga di titik-titik rawan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Apabila terjadi kebakaran, tim kami disiagakan untuk melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan dukungan armada pemadam, helikopter pemantauan, serta berbagai peralatan pemadaman guna memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” tuturnya.
Sementara itu, melalui grup APRIL, perusahaan setiap tahun secara rutin mengumumkan periode rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan tim operasi kebakaran dalam memantau dan memadamkan titik panas maupun kebakaran di area konsesi.
Perusahaan juga berkomitmen membantu pemadaman api yang terjadi dalam radius hingga tiga kilometer dari batas wilayah konsesi. Langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan terpadu APRIL dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan.
Pencegahan menjadi pilar utama strategi pengelolaan karhutla APRIL. Sejak 2014, perusahaan menjalankan Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program/FFVP) yang bersifat edukatif dan kolaboratif bersama masyarakat desa.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Hingga kini, FFVP telah menjangkau 42 desa dengan cakupan area lebih dari 900 ribu hektare dan berhasil menurunkan lebih dari 90 persen insiden karhutla sejak program dimulai.
Dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, APRIL juga telah melakukan berbagai investasi peralatan dan infrastruktur, antara lain dua helikopter dan airboat, 33 unit kendaraan patroli dan pemantauan cuaca, 495 pompa air, serta 3.773 selang pemadam berbagai ukuran.
Selain itu, perusahaan memiliki tujuh lokasi pemantauan kabut asap di wilayah Riau serta 59 unit CCTV untuk memantau kondisi lapangan secara real time.
Sejak tahun 2018, APRIL juga telah membangun Fire Coordination Centre untuk mendukung operasional pemantauan serta penanggulangan kebakaran secara terkoordinasi.
Dalam operasionalnya, perusahaan didukung oleh 1.095 petugas pemadam kebakaran profesional serta 1.875 relawan pemadam kebakaran yang telah mendapatkan pelatihan dan tersebar di 125 desa.
Selain itu, terdapat Fire Emergency Respond Team (FERT) yang terdiri dari 30 petugas pemadam kebakaran khusus yang siaga selama 24 jam setiap hari untuk merespons kejadian kebakaran secara cepat.
Melalui berbagai langkah tersebut, RAPP menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, pemegang konsesi lain, serta masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya saat musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....