Hadapi Ancaman Karhutla, Riau Gelar Apel Kesiapsiagaan

  • 10 Agt 2026 19:09 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto meminta seluruh masyarakat di Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu disampaikannya dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan karhutla 2026 di Riau, Senin 10 Agustus 2026.

SF Hariyanto mengatakan, kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi. Terlebih, sejumlah provinsi tetangga Riau juga telah mengalami kebakaran dalam skala cukup besar.

"Pada hari ini kami sudah melaksanakan apel kesiapan dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan 2026. Kita ketahui kondisi cuaca sekarang, El Nino sudah berada pada level sangat kuat," kata SF Hariyanto.

Menurutnya, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah terjadi sekitar 15.600 titik kebakaran di sejumlah kabupaten di Riau. Titik terbanyak disebut berada di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan.

"Bengkalis ada sekitar 8.000 titik, di Pelalawan sekitar 4.000 titik," ujarnya.

Meski demikian, SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri hingga dunia usaha.

Ia menyebut kolaborasi antarpihak menjadi salah satu kunci dalam menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Riau.

"Alhamdulillah, kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri, seluruhnya yang terlibat, seluruh dunia usaha. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi dengan kerja sama kolaboratif semua yang terlibat," katanya.

SF Hariyanto juga menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan terus dilakukan. Ia menyebut pada 2025 terdapat sekitar 25 tersangka dengan luasan lahan terbakar sekitar 200 hektare. Sementara pada 2026, penanganan hukum telah mencakup sekitar 500 hektare lahan dengan puluhan tersangka.

Di sisi lain, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan mengatakan upaya penanggulangan karhutla di Riau telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Salah satunya melalui apel kesiapsiagaan yang digelar di berbagai kabupaten dan kota.

"Ini bukan hari ini kita lakukan. Bahkan jauh-jauh hari, mulai bulan Maret, total ada sekitar 63 apel kesiapsiagaan yang tergelar di seluruh kabupaten kota Provinsi Riau," ujar Herry.

Ia menjelaskan, penanggulangan karhutla dilakukan melalui tiga langkah utama, yakni pencegahan, penegakan hukum, dan restorasi.

Pada aspek pencegahan, pemerintah bersama TNI dan Polri telah melakukan berbagai langkah teknis, seperti pembangunan embung, sekat kanal, penyiapan sumur serta menara pemantau.

Namun, menurut Herry, pencegahan juga harus diperkuat dengan edukasi dan ketegasan pemerintah kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

"Lebih baik kita melakukan upaya-upaya yang luar biasa untuk bisa menyelesaikan," katanya.

Dalam hal penegakan hukum, Herry memastikan aparat akan menindak para perambah dan pelaku pembakaran lahan secara tegas, namun tetap terukur dan berlandaskan hak asasi manusia.

Untuk tahun sebelumnya, Polda Riau mencatat sebanyak 86 tersangka diamankan dalam kasus karhutla. Sementara hingga Juli 2026, telah terdapat 25 tersangka dari 19 kasus yang ditangani.

"Ini masih berjalan terus. Upaya pemadaman tetap kita lakukan dengan upaya penegakan hukum," tegas Herry.

Selain pencegahan dan penegakan hukum, upaya restorasi juga menjadi perhatian. Herry mengatakan perubahan pola pikir masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus stigma bahwa Riau merupakan daerah penghasil atau pengekspor asap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....