Pemko Pekanbaru Perkuat Peran Posyandu untuk Tekan Stunting
- 25 Feb 2026 09:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya penguatan peran Posyandu dalam menekan angka stunting terus didorong di Kota Pekanbaru. Ketua TP PKK Kecamatan Limapuluh, Risma, menilai permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga pola pemberian dan pengolahan makanan di tingkat keluarga.
Risma mengatakan, masih ditemukan orang tua yang belum tepat dalam memberikan asupan gizi kepada anak-anak yang mengalami stunting. Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan khusus bagi keluarga terdampak stunting agar memahami cara mengolah makanan yang sehat, bergizi, dan terjangkau.
Menurutnya, makanan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal. Dengan pemahaman yang tepat, keluarga tetap dapat menyajikan makanan bergizi seimbang meskipun menggunakan bahan sederhana dan murah.
“Yang sehat itu bukan berarti harus mahal. Yang penting gizinya seimbang dan cara pengolahannya benar. Karena itu kami minta ada pelatihan untuk keluarga-keluarga yang anaknya stunting,” ujarnya pada Selasa 24 Februari 2026.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) juga memperkuat peran Posyandu melalui peningkatan kapasitas kader. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong kader Posyandu untuk lebih aktif melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.
Agung menjelaskan, Pemko Pekanbaru telah membentuk struktur khusus penanganan stunting yang terkoordinasi hingga ke wilayah. Melalui badan tersebut, setiap kawasan akan dipetakan dan diarahkan bekerja sama dengan Posyandu terdekat sesuai wilayah masing-masing.
“Ke depan kader Posyandu akan kita latih lagi supaya bisa turun langsung ke rumah warga. Sekarang sudah ada badan khusus stunting di Pekanbaru, jadi penanganannya lebih terarah dan terkoordinasi,” kata Agung.
Ia juga menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan akan memegang peran sentral sebagai koordinator penanganan stunting di tingkat kota, sehingga program yang dijalankan Posyandu, kader, dan pemerintah dapat berjalan sejalan.
Dengan sinergi antara TP PKK, Posyandu, dan pemerintah daerah, diharapkan upaya penurunan angka stunting di Kota Pekanbaru dapat dilakukan secara lebih efektif melalui pendekatan edukasi keluarga dan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....