Riau matangkan rencana aksi REDD+ daerah

  • 18 Feb 2026 16:30 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Asisten III Setdaprov Riau, M. Job Kurniawan, membuka lokakarya identifikasi rencana aksi dan pendekatan jurisdictional Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) tingkat provinsi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Novotel Pekanbaru pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari tahapan pra-investasi dalam mendukung implementasi arsitektur REDD+ di Riau. Forum tersebut diharapkan mampu menyelaraskan program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam metodologi penghitungan karbon.

Job Kurniawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lokakarya tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi bukti keseriusan berbagai pihak dalam merespons isu perubahan iklim secara terencana dan kolaboratif.

“Forum ini adalah ruang strategis untuk menyatukan kebijakan, proses teknis, dan kolaborasi multipihak yang selama ini berjalan di Riau,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Riau memiliki posisi penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional, terutama pada sektor berbasis lahan. Sektor kehutanan, kata dia, masih menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca di daerah ini.

“Lebih dari 80 persen emisi kita berasal dari sektor kehutanan. Meski dalam lima tahun terakhir terjadi penurunan sekitar 13,5 persen, capaian ini belum cukup tanpa pembenahan tata kelola yang lebih sistematis,” jelasnya.

Job menambahkan, hasil lokakarya ini akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kontribusi Sub Nasional Riau untuk mendukung target Second NDC 2030. Hal tersebut juga sejalan dengan inisiatif Green for Riau serta arah kebijakan dalam RPJMD.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga non-pemerintah hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian hutan.

“Menjaga hutan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu kolaborasi semua pihak agar upaya pengurangan emisi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan generasi mendatang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....