Kondisi Korban Insiden Tangsi Belanda Berangsur Membaik

  • 04 Feb 2026 09:58 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Siak - Kondisi anak-anak korban musibah di Cagar Budaya, Tangsi Belanda, Siak, berangsur membaik. Sebagian besar korban anak telah dipulangkan, sementara satu anak masih menjalani perawatan lanjutan di Pekanbaru.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan selama menjalani perawatan di RSUD Tengku Rafian, dirinya turut mendampingi korban secara langsung. Bahkan kemarin sebelum bertolak ke Jakarta, Afni menyempatkan diri menyapa Keisya melalui panggilan video call.

“Alhamdulillah, anak-anak korban musibah di Tangsi Belanda sudah pulang. Tinggal satu anak atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa yang dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk memastikan seluruh kondisinya benar-benar baik,” katanya, Rabu 4 Februari 2026.

Afni menyebutkan lima anak yang sempat dirawat serta seorang guru telah dipulangkan, sementara seorang anak lainnya diantar khusus menggunakan kendaraan dinas Bupati Siak, BM 1 S, hingga ke rumahnya.

“Tadinya ananda ingin pulang naik motor bersama keluarga dan merasa mabuk jika naik mobil. Alhamdulillah setelah dibujuk, akhirnya mau diantar menggunakan mobil dinas sampai ke rumah,” ucapnya.

 Afni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga medis, guru, sopir ambulans, serta semua pihak yang terlibat dalam penanganan anak-anak selama masa krisis.

“Saya juga telah meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan anak-anak pascakejadian ini,” katanya.

Terkait insiden di kawasan Cagar Budaya, Afni menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak telah mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait, khususnya menyangkut Museum Nasional Istana Siak dan Balai Kerapatan.

“Menjaga cagar budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Afni mengapresiasi respon cepat anggota DPR RI daerah pemilihan Riau, Karmila Sari dan Hendry Munief, yang telah meneruskan laporan kejadian tersebut kepada Menteri Kebudayaan dan Menteri Pariwisata RI.

“Semoga ada tindak lanjut dalam waktu dekat agar Museum Nasional dan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap terjaga demi kehormatan Indonesia,” ucap Afni.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....