TPID Riau Gencarkan Pasar Murah Jelang Ramadan
- 02 Feb 2026 09:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus memperkuat langkah pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan pasokan yang aman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau, Taufiq OH, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menyampaikan salah satu program utama yang dijalankan adalah operasi pasar murah yang dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Menurut Tetty, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menekan laju inflasi, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.
“Melalui operasi pasar murah, kami ingin memastikan bahan pokok tersedia, distribusinya lancar, dan harganya tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ujar Tetty, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada awal Februari, operasi pasar murah akan difokuskan di lima titik yang tersebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Untuk wilayah Pekanbaru, kegiatan dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit pada 2 Februari, halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari pada 3 Februari, serta fasilitas umum RW 16 Limbungan Barat pada 4 Februari.
Selanjutnya, operasi pasar murah juga digelar di halaman Kantor Lurah Industri Tenayan Raya pada 6 Februari. Sementara itu, untuk Kabupaten Kampar, kegiatan serupa dilaksanakan di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim pada 5 Februari.
Tetty menegaskan, harga komoditas yang dijual dalam pasar murah ini dipastikan lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Sejumlah bahan pokok yang disediakan antara lain beras SPHP seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, beras anak daro Rp162 ribu per 10 kilogram, beras sokan Rp81 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, serta minyak goreng dengan berbagai merek mulai dari Rp15.500 hingga Rp21 ribu per kemasan.
Selain itu, tersedia pula garam, tepung tapioka, serta komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam dengan harga menyesuaikan kondisi pasar dan harga petani.
“Kami mengimbau masyarakat datang sesuai jadwal dan mengantre dengan tertib. Operasi pasar dimulai pukul 08.00 WIB. Kami juga mengajak warga membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan stok bahan pokok selama kegiatan berlangsung. Setiap hari disiapkan ratusan liter minyak goreng, ratusan kilogram gula pasir dan beras, serta telur ayam dan komoditas sayuran.
“Setiap lokasi kami siapkan sekitar 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, serta puluhan karung beras anak daro dan beras sokan dalam berbagai kemasan. Telur, cabai merah, dan bawang merah juga tersedia,” kata Ade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....