Manggala Agni Intensif Tangani Karhutla Sumatra

  • 27 Jan 2026 10:07 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Memasuki awal tahun 2026, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ditjen Gakkumhut, melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Riau. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kejadian Karhutla di sejumlah wilayah Sumatra.

Saat ini wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan sebagian wilayah Sumatra Selatan, khususnya Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi daerah rawan Karhutla. Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan titik panas dan potensi kekeringan pada musim kemarau sehingga memerlukan kewaspadaan serta pencegahan yang lebih intensif.

Melalui upaya pemadaman intensif Manggala Agni bersama para pihak, beberapa lokasi berhasil dipadamkan pada Minggu, 25 Januari 2026. Salah satunya Karhutla seluas 4,5 hektar di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan seluas 2 hektar di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau juga telah berhasil dipadamkan. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Manggala Agni dan unsur terkait di daerah.

Hingga saat ini, tim Manggala Agni Daops Sumatra VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman. Operasi pemadaman berlangsung di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, serta Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Di wilayah Aceh, tim Manggala Agni Daops Sumatra I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat juga terus berupaya melakukan pemadaman. Lokasi kebakaran berada di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa operasi patroli pencegahan telah dimulai di Provinsi Riau. Patroli ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih dini, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons jika terjadi kebakaran.

“Selain patroli, kegiatan pencegahan juga meliputi pengecekan kondisi bahan bakar, potensi sumber air, dan isu Karhutla yang berkembang di masyarakat. Informasi lapangan dari masyarakat diharapkan dapat diterima lebih cepat melalui langkah ini,” jelasnya, Selasa 27 Januari 2026.

Sementara itu, tim Manggala Agni Daops Sumatra II/Pematang Siantar dan Manggala Agni Sumatera III/Labuhan Batu bergerak cepat menuju lokasi kebakaran. Adapun lokasi tersebut berada di Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, dan Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun.

“Pemantauan tinggi muka air tanah dari Simatag menunjukkan penurunan pada level rawan hingga berbahaya di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi. Selain itu, pemantauan hotspot harian serta Fire Danger Rating System dari BMKG juga menunjukkan peningkatan kerawanan Karhutla di Sumatra,” ungkap Ferdian.

Ia menegaskan bahwa Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera berkomitmen untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak. Komitmen tersebut dilakukan guna menuntaskan pemadaman Karhutla dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....