Hampir Seluruh Daerah di Riau Tetapkan Siaga Karhutla
- 02 Jun 2026 17:14 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau bersama hampir seluruh pemerintah kabupaten dan kota di daerah itu telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung.
Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, sebanyak 11 daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang hingga kini belum mengeluarkan penetapan status tersebut.
Kepala BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, mengatakan penetapan status siaga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
"Saat ini Pemerintah Provinsi Riau dan 11 pemerintah kabupaten/kota sudah menetapkan status siaga darurat karhutla. Tinggal satu daerah lagi yang belum menetapkan, yaitu Kabupaten Kuantan Singingi," kata Jim Gafur, Senin 1 Juni 2026.
Menurutnya, status siaga darurat akan memudahkan koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla, termasuk akses bantuan dari pemerintah pusat apabila terjadi peningkatan kejadian kebakaran.
"Ketika status siaga sudah ditetapkan, koordinasi dan dukungan sumber daya dari berbagai pihak menjadi lebih cepat. Kami berharap Kuansing juga segera menetapkan status yang sama agar kesiapsiagaan bisa lebih maksimal," ujarnya.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan tersebut, upaya pemadaman karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini fokus menangani kebakaran di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Sokoi di Kabupaten Pelalawan, dan Kandis di Kabupaten Siak.
Sementara itu, kebakaran yang terjadi di wilayah Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, berhasil dipadamkan setelah lima hari operasi intensif yang melibatkan berbagai unsur penanggulangan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi lapangan masih menjadi tantangan bagi petugas karena cuaca kering dan angin yang cukup kencang dapat mempercepat penyebaran api.
"Personel Manggala Agni terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran. Kami menghadapi tantangan berupa angin kencang, vegetasi yang mudah terbakar, serta karakteristik lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh," kata Ferdian.
Ia menjelaskan, salah satu fokus penanganan saat ini berada di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir. Di lokasi tersebut, petugas harus bekerja ekstra akibat asap tebal dan kondisi angin yang mempercepat pergerakan api.
"Berdasarkan hasil pemantauan sementara, luas lahan yang terdampak di Rantau Bais diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare. Karena area yang terbakar cukup luas dan sumber air masih tersedia, kami berencana menambah personel untuk memperkuat operasi pemadaman," ujarnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang semakin kering selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....