Karmila Sari Desak Optimalisasi Aset PON dan DBON

  • 30 Sep 2025 13:34 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah persoalan di bidang kepemudaan dan olahraga, mulai dari sinergi antar kementerian, pemanfaatan anggaran, hingga perawatan aset olahraga daerah.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Dalam kesempatan itu, Karmila Sari memberikan apresiasi atas pemaparan Menpora yang dinilainya sangat komprehensif.

“Pemaparan dari Bapak Erick Thohir luar biasa. Baru masuk sudah memahami permasalahan secara menyeluruh, dari pusat hingga pelosok desa,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Meski begitu, Karmila menyoroti minimnya kehadiran cabang olahraga (cabor) sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ia mengusulkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan ekstrakurikuler olahraga.

“Jika kegiatan ekstrakurikuler diperbolehkan menggunakan dana BOSDA, maka keberadaan cabor-cabor bisa lebih hidup dan mendapat tempat di sekolah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, karena tidak semua daerah memiliki sekolah kejuruan olahraga.

Politisi asal Riau itu turut menyinggung potensi besar generasi muda Indonesia yang dihadapkan pada tantangan minimnya lapangan kerja akibat pertumbuhan penduduk. Menurutnya, hal ini membutuhkan penyesuaian kurikulum serta program-program Kemenpora untuk membentuk pola pikir positif di kalangan pemuda.

“Mindset pemuda harus diarahkan sejak dini melalui kurikulum. Kemenpora juga perlu menyediakan program yang dapat mengiringi agar potensi mereka tersalurkan dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, Karmila menyoroti masalah pemanfaatan aset olahraga, khususnya venue bekas Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia mencontohkan di Riau, tuan rumah PON 2012, di mana stadion utama dan sejumlah venue besar hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Karena Menpora memiliki latar belakang sebagai mantan Menteri BUMN, kami berharap Kemenpora bisa mengambil peran lebih aktif dalam pemeliharaan aset-aset daerah ini. Misalnya melalui kerja sama CSR perusahaan atau mendorong Kementerian Keuangan agar menambah alokasi dana,” ucapnya.

Karmila juga menyinggung belum tuntasnya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dinilai dapat memengaruhi kesinambungan program dan aspek pendanaan. Ia berharap seluruh program Kemenpora dapat lebih tertata dan benar-benar menyentuh kebutuhan di daerah.

“Harapan kami, program Kemenpora bisa dirasakan manfaatnya sampai ke provinsi, dengan mendengar apa yang menjadi kebutuhan utama daerah,” pungkasnya.(rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....