Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal Secara Ringkas

  • 23 Feb 2026 12:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Dalam praktiknya, zakat terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya zakat fitrah dan zakat mal yang memiliki ketentuan berbeda.

Sebagian masyarakat masih menyamakan keduanya karena sama-sama disebut zakat. Padahal, dari segi waktu, objek, hingga perhitungannya, zakat fitrah dan zakat mal memiliki perbedaan mendasar. Berikut penjelasan ringkas mengenai perbedaan keduanya.

1. Perbedaan dari Segi Pengertian

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan setiap Muslim menjelang Idulfitri. Zakat ini berfungsi sebagai penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Sementara itu, zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta tertentu yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional, zakat mal mencakup harta seperti emas, perak, hasil perdagangan, pertanian, dan penghasilan.

2. Perbedaan Waktu Pembayaran

Zakat fitrah dibayarkan pada bulan Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelah salat Id, maka nilainya menjadi sedekah biasa.

Adapun zakat mal tidak terikat dengan bulan Ramadan. Menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, zakat mal dikeluarkan ketika harta telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun (haul), kecuali pada jenis harta tertentu seperti hasil pertanian.

3. Perbedaan Besaran dan Perhitungan

Besaran zakat fitrah umumnya setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok per jiwa. Pembayaran dapat dilakukan dalam bentuk bahan pokok atau uang sesuai ketentuan yang berlaku di daerah masing-masing.

Sementara itu, zakat mal memiliki ketentuan yang lebih beragam karena bergantung pada jenis harta yang dimiliki. Dilansir dari BAZNAS Kabupaten Sleman, zakat mal mencakup beberapa jenis harta berikut:

  • Zakat penghasilan atau gaji sebesar 2,5 persen.
  • Zakat emas dan perak dengan nisab 85 gram emas atau 595 gram perak, serta kadar zakat 2,5 persen.
  • Zakat perdagangan, pertanian, peternakan, pertambangan, jasa, saham, reksa dana, properti sewaan, hingga rikaz (harta temuan) yang dikenakan zakat sesuai ketentuan syariat.
  • Zakat hasil investasi, tabungan, atau uang tunai dengan kadar umum 2,5 persen setelah memenuhi nisab dan haul.

Ketentuan nisab dan haul menjadi pembeda utama zakat mal dibanding zakat fitrah. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami jenis harta yang dimiliki agar dapat menghitung kewajiban zakat secara tepat.

4. Perbedaan Subjek yang Wajib Membayar

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa, selama memiliki kemampuan. Kewajiban ini juga mencakup anggota keluarga yang menjadi tanggungan.

Zakat mal hanya wajib bagi individu yang memiliki harta mencapai nisab. Dengan demikian, tidak semua orang otomatis wajib menunaikan zakat mal.

5. Tujuan dan Hikmah

Zakat fitrah bertujuan menyucikan diri serta membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idulfitri dengan layak. Ibadah ini memiliki dimensi sosial yang kuat karena waktunya berdekatan dengan hari raya.

Sementara itu, zakat mal bertujuan membersihkan harta dan mendistribusikan kekayaan agar lebih merata di masyarakat. Kedua jenis zakat ini sama-sama menjadi instrumen penting dalam membangun kesejahteraan sosial.

Jadi, zakat fitrah dan zakat mal memiliki perbedaan dari segi definisi, waktu pembayaran, besaran, serta pihak yang wajib menunaikannya. Memahami perbedaan ini penting agar umat Islam dapat menjalankan kewajiban dengan tepat sesuai ketentuan syariat. Dengan pengetahuan yang benar, pelaksanaan zakat tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....