Doa Sambut Ramadan

  • 12 Feb 2026 22:05 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjelang datangnya bulan suci, suasana kampung biasanya terasa berbeda. Warga mulai membersihkan rumah, masjid dirapikan, dan undangan doa selamat pun disampaikan dari mulut ke mulut.

Tradisi doa sambut Ramadan menjadi momen yang dinanti. Bukan hanya soal ritual, tapi juga tentang mempererat silaturahmi sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Disadur dari Kementerian Agama Republik Indonesia – Informasi dan panduan ibadah Ramadan (kemenag.go.id), biasanya, doa selamat digelar sederhana di rumah warga atau di musala. Tuan rumah menyiapkan hidangan seadanya, tetangga datang membawa senyum dan salam. Setelah pembacaan doa dan ayat suci Al-Qur’an, suasana berubah hangat. Orang-orang saling memaafkan, saling mendoakan agar diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan puasa.

Tradisi ini tidak sekadar kebiasaan turun-temurun, di dalamnya ada nilai kebersamaan dan persiapan batin. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki diri. Lewat doa bersama, masyarakat diingatkan untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.

Di beberapa daerah, tradisi ini memiliki nama berbeda, ada yang menyebutnya kenduri, selamatan, atau doa kampung. Meski istilahnya beragam, tujuannya sama: memohon keselamatan dan keberkahan. Tradisi lokal ini menjadi bukti bahwa budaya dan ajaran agama bisa berjalan seiring dalam kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, doa sambut Ramadan bukan hanya seremoni tahunan. Ia menjadi ruang untuk memperkuat rasa persaudaraan, dari duduk bersama, makan bersama, dan berdoa bersama, tumbuh semangat untuk menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk. Tradisi sederhana ini mengajarkan bahwa menyambut bulan suci bisa dimulai dari hati yang rukun dan saling peduli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....