Ramadhan dan Proses Memaafkan Diri Serta Orang Lain
- 27 Mar 2025 09:52 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Ramadhan identik dengan waktunya refleksi, introspeksi dan membantu meringankan beban pikiran dan hati dari dendam. Dalam psikologi, ini dikaitkan dengan tindakan memaafkan (forgiveness). Menurut Dr. Diana Elfida, M,Si, seorang Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Uin Suska Riau, Memaafkan terjadi karena ada hal-hal yang tidak berkenan di hati seseorang.
“Biasanya memaafkan itu ada hal yang tidak berkenan di hati, baik yang dilakukan oleh orang lain atau diri sendiri,” katanya dalam obrolan Spada RRI Pro 2 Pekanbaru, Selasa (25/3/2025)
Diana juga menambahkan, dalam konsep memaafkan berkaitan dengan 2 jenis hubungan yaitu hubungan Interpersonal dan Interpersonal. Hubungan interpersonal yaitu ketika seseorang merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain.
“Sedangkan interpersonal adalah perlakukan dari diri untuk diri sendiri. Misalnya kita memberikan rasa tidak puasa akan diri, menekan diri, marah akan ketidakmampuan diri dan sebagainya," ucap Diana.
Peristiwa yang membuat orang mengalami kemarahan serta menghasilkan emosi negatif yang tidak berkesudahan dan sifatnya dendam serta kebencian. Oleh sebab itu, dalam psikologi disampaikan perlu untuk memaafkan.
“Dan pada saat itulah orang perlu untuk berubah dan menjadikan hidup lebih baik dan berkualitas sehat lahir batin dengan cara memaafkan,” tuturnya.
Menurut Diana, konsep memaafkan itu adalah salah satu kerja psikologi. Namun tetap faktor spiritualitas dan keberagaman seseorang akan berpengaruh dalam proses memaafkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....