Kiat Meraih Lailatul Qadar di Bulan Ramadan

  • 17 Mar 2025 19:13 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru : Diantara nikmat-nikmat terbesar di bulan Ramadan, ada satu malam yang sangat dinantikan oleh semua mukmin, dimana malam itu lebih baik dari malam 1000 bulan yang sering disebut sebagai Malam Lailatul Qadar.

Seorang muslim sangat disarankan untuk memperbanyak ibadah di akhir-akhir ramadan agar bisa mendapatkan malam tersebut.

Hal ini disampaikan Ustadz Busihat Anas ketika mengisi program Keluarga Sakinah di Programa 1 RRI Pekanbaru, Jumat (14/3/2025) siang.

Kajian yang berjudul Kiat Menggapai Lailatul Qadar yang berdurasi 60 menit tersebut, Ustadz Busihat Anas memaparkan tentang pentingnya istiqamah melaksakan amaliyah ramadan.

"Kita ni kan tidak, biasanya di awal-awal ramadan sangat menggebu-gebu, tapi mulai pertengahan sudah mulai malas-malasan. Padahal Allah SWT sudah menjanjikan kepada kita akan turunya lailatul qadar," ujar Ustadz Busihat.

Para ulama sepakat bahwa lailatul qadar munculnya pada malam-malam ganji di 10 hari terakhir, yakni malam 21, 23, 25, 27 dan 29.

"Allah SWT sebenarnya memancing dan memotivasi umat muslim untuk istiqamah dan tidak boleh kendor dalam beribadah. Ibarat kita mendaki, gas fullnya itu mendekati puncak, atau saat seorang pelari mau finish, maka ia akan berlari lebih cepat," kata Ustadz Busihat memberi gambaran.

"Setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa berpeluang untuk meraihnya asal ia mau meningkatkan ibadahnya di hari-hari terakhir ramadhan. "Salah satu kiat yang paling umum tentu dengan mengikuti i'tikaf di mesjid-mesjid, dimana didalamnya panitia menggelar berbagai kegiata. Jemaah berdiam selama 10 hari terakhir di mesjid tersebut dengan amalan-amalan yang sangat disukai Allah SWT," ungkap Ustadz Busihat.

Selaku umat muslim diharapkan memperbanyak berdo'a dan memohon ampun kepada Allah SWT, agar terbebas dari dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar. Berikut doa yang sangat disunnahkan oleh Rasulullah SAW :

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Yang artinya :

“Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

Pada akhir kajiannya Ustadz Busihat Anas mengajak seluruh umat muslim untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan ini, agar kelak kita menjadi insan yang bertaqwa.

"Marilah kita tak disibukkan mencari tanda, tapi sibuklah memperbanyak amalan dan mempersiapkan diri agar kita diberi kesempatan Allah SWT untuk meraih lailatul qadar." ujarbustadz Busihat Anas mengakhiri paparannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....