Bakat Muda Sumatera Tunjukkan Daya Juang di Audisi PB Djarum 2026
- 11 Jul 2026 19:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Persaingan memperebutkan enam Super Tiket melalui jalur kompetisi pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Sabtu 11 Juli 2026, berlangsung semakin ketat. Memasuki hari keempat audisi, hanya tersisa 12 atlet putra yang bertanding di babak semifinal serta enam atlet putri yang telah memastikan tempat di partai final pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12.
Selain melalui jalur pertandingan, peserta juga masih memiliki peluang memperoleh Super Tiket melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat PB Djarum.
Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa ekosistem pembinaan bulu tangkis di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera, terus berkembang. Menurutnya, munculnya bibit-bibit muda dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia.
"Kami cukup gembira melihat ekosistem bulu tangkis masih tetap berjalan dengan baik di luar Jawa. Poin utamanya adalah bagaimana potensi-potensi yang ada di daerah tetap menjadi incaran bagi kami. Ini sangat positif bagi bulu tangkis Indonesia karena menunjukkan bahwa semangat melahirkan atlet baru tidak pernah padam meski audisi di pulau-pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir," ujar Yuni.
Peraih medali perak Asian Games 1994 di Hiroshima itu mengungkapkan, pada sektor putri masih terdapat sejumlah aspek teknik dasar yang perlu ditingkatkan. Meski demikian, ia mengapresiasi beberapa klub di luar Pulau Jawa yang dinilai telah menerapkan standar pembinaan yang baik sehingga memudahkan proses pengembangan atlet di PB Djarum.
Yuni menjelaskan, ada tiga indikator utama yang menjadi perhatian tim pencari bakat dalam menilai potensi seorang atlet putri.
"Untuk kategori putri, saya melihat ada tiga hal yang membuat seorang anak terlihat istimewa, yaitu footwork yang efektif, kemampuan mengambil titik pukul yang tepat, serta kemandirian karakter di lapangan. Kami mencari anak yang tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tetapi tahu kapan dia salah dan memahami apa yang harus dilakukan saat menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Karakter seperti ini sangat kami nilai," katanya.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Ray Ethan Jourell asal Jambi. Atlet berusia sembilan tahun yang turun di kategori U-11 putra itu menunjukkan mental bertanding yang kuat, termasuk saat harus menghadapi adik kandungnya sendiri di babak 16 besar dan menang 21-8, 26-24.
Ray kemudian kembali tampil meyakinkan di perempat final dengan mengalahkan Azka Putra Kesuma dari PB Semen Padang dua gim langsung, 21-18, 21-9. Hasil tersebut mengantarkannya ke semifinal dan semakin mendekatkannya pada target meraih Super Tiket.
"Saya senang bisa lolos ke semifinal, meskipun sebelumnya harus mengalahkan adik sendiri. Permainan saya sudah cukup bagus, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki, terutama pergerakan kaki. Target saya menjadi juara. Kalau nanti capek, saya akan mencoba mengatur napas dan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan pertandingan," kata Ray.
Semangat pantang menyerah juga ditunjukkan Sahelma Hafsa Nurfa dari Pratama Club Riau. Meski mengalami cedera pergelangan kaki saat semifinal kategori KU-11 putri, Sahelma tetap melanjutkan pertandingan. Dengan menahan rasa sakit, ia berhasil membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 21-19, 21-18 atas Naura Hasanah Anindya sehingga berhak melaju ke partai final.
"Tadi rasanya saya ingin menyerah karena cedera kaki membuat saya sulit melangkah dan melompat. Tapi pelatih terus memberi semangat. Saya berharap bisa melanjutkan perjuangan dan lolos menjadi bagian dari PB Djarum dengan memenangkan final besok," ujar Sahelma.
Sementara itu, dari kategori KU-11 putra, Gabriel Christalyno asal Medan juga tampil konsisten. Ia menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung hingga memastikan tempat di babak semifinal.
Meski belum kehilangan satu gim pun, Gabriel mengaku masih belum puas dengan penampilannya dan bertekad terus memperbaiki kualitas permainan demi mewujudkan cita-citanya menjadi atlet bulu tangkis internasional.
"Saya bersyukur bisa lolos sampai semifinal. Meskipun terus menang, saya merasa belum menunjukkan permainan terbaik karena masih sering salah membaca arah bola. Saya akan terus berjuang dan berdoa agar mendapatkan hasil terbaik. Menjadi atlet hingga level internasional adalah cita-cita saya dan saya ingin membanggakan orang tua," ujar Gabriel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....