PB Djarum Temukan Banyak Bibit Berbakat di Audisi Pekanbaru 2026

  • 11 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, terus menghadirkan harapan baru bagi regenerasi bulutangkis Indonesia. Memasuki tahapan seleksi, tim pencari bakat menilai banyak atlet muda dari wilayah Sumatera dan luar Pulau Jawa yang menunjukkan potensi menjanjikan untuk berkembang menjadi pemain berprestasi.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, mengaku terkesan dengan kualitas peserta pada seri perdana audisi di Pekanbaru. Menurutnya, pembinaan di berbagai klub daerah kini semakin baik sehingga mampu melahirkan atlet-atlet muda dengan kemampuan dasar yang kuat.

"Untuk seri pertama di Pekanbaru, saya cukup kagum dengan potensi atlet-atlet muda yang kami lihat, khususnya kelompok usia U-11 hingga U-12. Ini menunjukkan ekosistem pembinaan di klub-klub luar Pulau Jawa berjalan dengan baik sehingga mereka memiliki peluang untuk bersaing dengan atlet dari daerah lain," ujar Holvy, Sabtu 11 Juli 2026.

Holvy menjelaskan, peserta dari luar Pulau Jawa umumnya memiliki karakter bertanding yang kuat dan daya juang tinggi. Namun, mereka masih membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding dan kesempatan berlatih dengan lawan yang berkualitas agar kemampuan mereka berkembang lebih cepat.

"Karakter mereka sangat bagus dan daya juangnya luar biasa. Yang masih perlu ditingkatkan adalah pengalaman bertanding serta sparing partner. Jika nantinya mereka lolos audisi dan bergabung di PB Djarum, kami tinggal meningkatkan level permainan mereka agar mampu menjadi juara di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Dari hasil pengamatan sementara, Holvy menyebut peserta yang paling menonjol berasal dari Pekanbaru, Jambi, dan Siak. Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki atlet dengan teknik dasar bulutangkis yang sudah terbentuk dengan baik sehingga proses pembinaan lanjutan akan lebih mudah dilakukan.

Meski demikian, Leonard mencatat masih ada kendala yang banyak dialami peserta, yakni faktor mental saat tampil di depan tim pencari bakat.

"Sebagian besar kekurangan mereka adalah demam panggung. Karena kesempatan mengikuti kompetisi masih terbatas, saat audisi mereka ingin menunjukkan kemampuan terbaik sehingga terkadang tidak bisa mengeluarkan performa maksimal," ujarnya.

Terkait peluang peraih supertiket, Leonard mengatakan keputusan belum ditetapkan. Namun, PB Djarum membuka kemungkinan memberikan tambahan supertiket apabila ditemukan atlet yang memiliki potensi luar biasa.

"Supertiket belum kami putuskan. Tetapi kalau memang ada atlet dengan potensi yang benar-benar menonjol, tentu akan menjadi pertimbangan untuk memberikan tambahan superticket," ucap Holvy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....