Cabor Riau Bentuk Forkicau Desak Pembenahan KONI
- 04 Des 2025 10:34 WIB
- Pekanbaru
KBRN Pekanbaru: Suara perubahan untuk masa depan olahraga Riau kembali menguat. Sebanyak 40 cabang olahraga menghadiri pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama pada Selasa (2/12/2025), yang berujung pada lahirnya wadah baru bernama Forum Komunikasi Cabang Olahraga Riau (Forkicau).
Forum ini terbentuk sebagai respons nyata atas berbagai kegelisahan cabor terhadap pola pembinaan prestasi yang dinilai belum optimal dilakukan KONI Riau. Pertemuan tersebut diprakarsai oleh Team 7 yang terdiri dari Yudetsmon, Deni Ermanto Iddehan, Uspandi, Erwinsyah, Martias, Amrisal, dan Ichal. Dari 63 cabor yang diundang, 40 hadir dan aktif menyampaikan evaluasi.
Dalam diskusi terbuka itu, sejumlah perwakilan cabor menyampaikan penilaian tegas terkait kinerja KONI Riau. Banyak yang sepakat bahwa pembinaan atlet belum berjalan sesuai harapan.
Ketua Persambi Riau (Sambo), Robert Enriko, menyebut KONI masih mendapat “rapor merah” karena minimnya perhatian terhadap kebutuhan cabor. Hal serupa disampaikan Indra Tanjung dari woodball yang menilai KONI belum menjalankan perannya sebagai lembaga pembinaan secara maksimal.
Dari bulutangkis, Idris Isubadi menekankan perlunya calon Ketua KONI berikutnya menjalani uji kompetensi di hadapan Forkicau agar visi dan misi mereka bisa dinilai langsung oleh cabor.
Kritik lebih keras datang dari Masuardi (karate) yang menilai pembinaan selama ini tidak merata dan cenderung pilih kasih. “Kami kecewa melihat KONI Riau saat ini,” ujarnya.
Perwakilan Kick Boxing, Yasmin, juga menyuarakan keresahan serupa. Ia menyebut pergantian kepemimpinan menjadi kunci untuk memperbaiki ketimpangan yang terjadi. “Ketua harus mengerti harapan kami,” katanya.
Setelah mendengarkan seluruh pandangan, forum menyepakati lima rekomendasi yang dibacakan oleh koordinator Deni Ermanto. Rekomendasi itu mencakup:
- Pembentukan Forkicau sebagai wadah resmi komunikasi antar-cabor.
- Penilaian bahwa KONI Riau belum mampu mendorong peningkatan prestasi, terlihat dari hasil PON Aceh-Sumut.
- KONI ke depan harus dipimpin figur energik dan sehat, serta mampu menyelesaikan masalah pengiriman atlet dan persoalan teknis lainnya.
- Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 12 Desember 2025, dipusatkan di Persambi Riau, untuk merumuskan kriteria calon ketua umum dan mendengar visi-misi kandidat.
- Calon ketua diwajibkan membuat fakta integritas sebagai komitmen dalam memperhatikan seluruh cabor tanpa kecuali.
Pembentukan Forkicau menjadi sinyal kuat bahwa cabor menginginkan perubahan nyata dalam tubuh KONI Riau. Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang lebih transparan serta memperjuangkan kepentingan pembinaan prestasi atlet Riau secara lebih terarah dan merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....