Kerupuk Kulit Camilan Gurih yang Kaya Protein
- 30 Sep 2026 14:42 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kerupuk kulit atau yang dikenal sebagai rambak dan jangek merupakan salah satu makanan ringan yang cukup populer di Indonesia. Kerupuk ini umumnya dibuat dari kulit sapi atau kerbau yang melalui proses perebusan, pengeringan, kemudian digoreng hingga mengembang dan renyah.
Selain memiliki cita rasa gurih, kerupuk kulit juga mengandung protein yang berasal dari bahan bakunya. Penelitian mengenai pemanfaatan kulit sapi dan kerbau sebagai bahan kerupuk rambak menyebutkan kedua jenis kulit tersebut memiliki kandungan kolagen yang tinggi. Kolagen merupakan salah satu jenis protein struktural yang terdapat pada kulit, tulang, tendon dan jaringan ikat tubuh.
Salah satu keunggulan kerupuk kulit adalah kandungan proteinnya. Penelitian di Institut Pertanian Bogor (IPB) mencatat kulit sapi mentah basah memiliki kadar protein sekitar 30,69 persen, sedangkan kulit kerbau sekitar 33,36 persen. Setelah melalui proses tertentu, kadar protein dapat berubah sesuai metode pengolahan.
Protein sendiri merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa protein berperan dalam kesehatan kulit, rambut dan kuku.
Kulit sapi dan kerbau merupakan bahan yang kaya kolagen. Kolagen berperan sebagai protein struktural dalam tubuh dan berkaitan dengan kekuatan serta elastisitas jaringan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kolagen merupakan protein penting yang terdapat antara lain pada kulit, tulang, tendon dan ligamen.
Namun, kandungan kolagen pada kerupuk kulit tidak berarti kerupuk tersebut secara langsung membuat kulit menjadi lebih sehat atau bebas keriput. Produksi kolagen tubuh juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, termasuk kecukupan protein dan vitamin.
Pembuatan kerupuk kulit juga memiliki manfaat dari sisi pemanfaatan bahan pangan. Kulit merupakan produk samping dari pemotongan hewan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Pengolahan tersebut dapat membantu meningkatkan nilai tambah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan sebagai pangan.
Meski memiliki kandungan protein, kerupuk kulit tetap perlu dikonsumsi secukupnya. Proses penggorengan dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori, sementara garam atau bumbu yang digunakan dapat menambah asupan natrium. Karena itu, kerupuk kulit lebih tepat dijadikan makanan pelengkap atau camilan dalam jumlah wajar, bukan sebagai sumber protein utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....