Tips Membuat Tempe Daun

  • 12 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tempe daun merupakan salah satu warisan kuliner Indonesia yang hingga kini masih digemari. Berbeda dengan tempe yang dibungkus plastik, tempe daun menggunakan pembungkus alami seperti daun pisang atau daun jati.

Pembungkus ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan aroma khas yang membuat cita rasa tempe semakin nikmat. Sebagaimana dikutip dari Badan Pangan Nasional Republik Indonesia, Pangan Lokal Bergizi untuk Masyarakat.

Langkah pertama adalah memilih kedelai yang berkualitas baik, berukuran seragam, dan tidak berbau apek. Kedelai direndam selama beberapa jam, kemudian direbus hingga kulitnya mudah terlepas. Setelah kulit dipisahkan, kedelai dicuci bersih dan ditiriskan hingga benar-benar kering agar proses fermentasi berlangsung dengan baik.

Selanjutnya, campurkan ragi tempe secara merata saat suhu kedelai sudah hangat, bukan panas. Bungkus kedelai menggunakan daun pisang yang telah dibersihkan dan dilayukan sebentar agar tidak mudah sobek. Buat beberapa lubang kecil pada daun sebagai sirkulasi udara sehingga jamur tempe dapat tumbuh dengan sempurna.

Simpan bungkusan tempe di tempat yang bersih dengan suhu ruang selama sekitar 36 hingga 48 jam. Selama proses fermentasi, hindari memindahkan atau menumpuk tempe terlalu rapat. Jika berhasil, kedelai akan menyatu dan tertutup lapisan jamur putih yang padat, menghasilkan tempe daun dengan aroma harum dan tekstur yang kompak.

Tempe daun bukan hanya makanan bergizi, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan. Dengan memanfaatkan bahan alami dan teknik fermentasi tradisional, tempe daun menghadirkan cita rasa yang khas sekaligus menjadi sumber protein nabati yang baik untuk keluarga. Menjaga tradisi membuat tempe daun berarti ikut melestarikan warisan kuliner Indonesia yang bernilai tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....