Peralihan Musim, Warga Pekanbaru Diminta Waspadai DBD
- 07 Okt 2026 09:41 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Memasuki masa peralihan dari musim panas ke musim penghujan, masyarakat Kota Pekanbaru diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD. Kondisi cuaca yang berubah dapat meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan masyarakat perlu mengenali gejala DBD sejak dini, terutama ketika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik. Menurutnya, gejala awal DBD terkadang dianggap sebagai demam biasa sehingga penanganan terlambat.
| Baca juga: Kasus ISPA Siak Capai 1.967 |
Dedy menyebut, sejak Januari hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 745 kasus DBD di Kota Pekanbaru. Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 117 kasus, disusul Marpoyan Damai 109 kasus dan Bukit Raya 82 kasus.
"Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai dengan 109 kasus. Disusul Bukit Raya sebanyak 82 kasus, Tenayan Raya sebanyak 70 kasus, Binawidya 62 kasus, Payung Sekaki 58 kasus," ungkap Dedy, Selasa 6 Oktober 2026.
Dari total kasus tersebut, Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat tiga warga meninggal dunia. Ketiganya masing-masing berasal dari Kecamatan Tuah Madani, Sail, dan Kulim.
Dedy mengingatkan, pencegahan DBD tidak hanya dilakukan ketika kasus meningkat. Masyarakat perlu rutin membersihkan lingkungan rumah dan memastikan tidak terdapat wadah yang dapat menampung air hujan. Sebab, genangan air dapat menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Karena itu, masyarakat kembali diminta menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui gerakan 3M Plus. Upaya tersebut dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta menyingkirkan atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.
Warga juga diimbau memeriksa lingkungan sekitar rumah, termasuk ban bekas, kaleng, ember, maupun barang lainnya yang dapat menampung air hujan. Langkah sederhana dan dilakukan secara rutin tersebut diharapkan dapat menekan perkembangbiakan nyamuk sekaligus mencegah peningkatan kasus DBD di Pekanbaru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....