Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Waspadai Dampaknya bagi Pernapasan
- 10 Sep 2026 10:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan. Kondisi ini terjadi ketika udara tercemar oleh campuran asap, debu, dan partikel halus yang berasal dari pembakaran hutan dan lahan, kendaraan bermotor, maupun aktivitas industri.
Dikutip dari Alodokter.com, kabut asap kerap terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan berlangsung dalam skala besar, terutama pada musim kemarau. Selain menyebabkan kualitas udara menurun, keberadaan partikel pencemar di udara juga dapat mengganggu sistem pernapasan masyarakat yang terpapar.
Paparan kabut asap dalam waktu singkat dapat menimbulkan sejumlah keluhan kesehatan. Di antaranya batuk, tenggorokan kering atau sakit, hidung berair, sesak napas, serta iritasi pada saluran pernapasan.
| Baca juga: Jaga Hidung Tetap Bersih |
Tidak hanya saluran pernapasan, mata juga dapat terkena dampak paparan kabut asap. Asap dan partikel pencemar dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, berair, hingga gatal.
Risiko kesehatan dapat meningkat apabila seseorang terpapar kabut asap dalam waktu lama atau berada di lingkungan dengan konsentrasi polusi yang tinggi. Partikel halus yang terhirup dapat masuk lebih jauh ke dalam paru-paru dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, bronkitis, maupun penyakit paru lainnya.
Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga berpotensi memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Karena itu, kabut asap tidak seharusnya dianggap sekadar gangguan kenyamanan atau persoalan jarak pandang.
Kelompok masyarakat tertentu juga perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat kabut asap. Mereka antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit jantung.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar.
Masyarakat juga dapat menutup pintu dan jendela rumah agar asap dari luar tidak mudah masuk. Selain itu, menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum dan beristirahat juga penting selama kondisi udara tidak sehat.
Jika muncul keluhan kesehatan yang berat, seperti sesak napas parah, nyeri dada, pusing hebat, atau kesulitan bernapas, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis.
Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan dan upaya menjaga kualitas udara perlu dilakukan bersama agar lingkungan tetap sehat dan aman bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....