Stres Panjang Menguras Tubuh

  • 08 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Stres merupakan bagian dari kehidupan. Masalah pekerjaan, tekanan keluarga, keuangan, sekolah, hingga persoalan sehari-hari dapat membuat pikiran terasa berat.

Stres dalam waktu singkat sebenarnya merupakan respons alami tubuh untuk menghadapi tantangan. Namun, ketika tekanan berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung mereda, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi stres kronis yang memengaruhi kesehatan tubuh dan pikiran.

Yang sering tidak disadari, stres jangka panjang tidak selalu terlihat jelas. Seseorang mungkin tetap bekerja, beraktivitas, dan bertemu orang lain seperti biasa, tetapi di dalam dirinya terus merasa lelah.

Sakit kepala, sulit tidur, mudah marah, sulit berkonsentrasi, perubahan nafsu makan, dan gangguan pencernaan dapat menjadi beberapa tanda yang muncul. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa stres yang menetap dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, pekerjaan, hubungan sosial, serta kesehatan mental.

Jika berlangsung terlalu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pikiran. Tubuh yang terus berada dalam keadaan waspada dapat mengalami tekanan berkepanjangan.

American Psychological Association menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem jantung dan pembuluh darah, pencernaan, kekebalan tubuh, serta sistem saraf. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko atau memperburuk berbagai masalah kesehatan.

Karena itu, mengelola stres sebaiknya tidak menunggu sampai tubuh benar-benar kelelahan. Langkah sederhana dapat dimulai dengan tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, mengatur waktu istirahat, mengurangi paparan informasi yang membuat pikiran semakin penuh, dan berbicara dengan orang yang dipercaya.

WHO juga menyarankan rutinitas harian yang teratur serta aktivitas yang membantu seseorang merasa lebih mampu mengendalikan kehidupannya. Jika stres terus mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan tenaga kesehatan merupakan pilihan yang tepat.

Pada akhirnya, merasa stres bukan berarti seseorang lemah. Setiap orang dapat mengalami tekanan, tetapi tubuh dan pikiran juga membutuhkan kesempatan untuk beristirahat. Jangan membiasakan diri mengatakan, “Saya baik-baik saja,” ketika sebenarnya sudah terlalu lelah.

Stres yang dibiarkan mungkin tidak langsung terlihat, tetapi perlahan dapat menguras tubuh. Mengenali tanda-tandanya lebih awal dan berani mencari bantuan adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....