Duduk Lama Bikin Lesu

  • 04 Sep 2026 00:25 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Duduk berjam-jam sering terasa seperti hal biasa. Di kantor, seseorang bisa duduk di depan komputer sejak pagi. Di rumah, duduk kembali untuk menonton televisi atau bermain ponsel. Tanpa terasa, waktu lebih dari enam jam berlalu hampir tanpa banyak bergerak.

Padahal, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus berada dalam posisi yang sama. Kebiasaan terlalu lama duduk termasuk perilaku sedentari, yaitu aktivitas dengan pengeluaran energi sangat rendah ketika seseorang sedang terjaga.

Masalahnya bukan sekadar tubuh terasa pegal setelah terlalu lama duduk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa terlalu banyak perilaku sedentari pada orang dewasa berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin lama seseorang menghabiskan waktu dalam perilaku sedentari, semakin besar perhatian yang perlu diberikan terhadap kesehatan. Karena itu, enam jam duduk bukanlah angka yang sebaiknya dianggap sepele, terutama jika sebagian besar waktu tersebut hampir tidak diselingi gerakan.

Menariknya, seseorang yang rajin berolahraga pun tetap perlu memperhatikan kebiasaan duduknya. Berolahraga selama beberapa puluh menit tidak selalu berarti tubuh sudah bebas dari dampak duduk terlalu lama sepanjang hari.

Kajian ilmiah menemukan bahwa memutus waktu duduk yang panjang dengan berdiri atau bergerak dapat membantu mengurangi dampak buruk perilaku sedentari. Jadi, solusinya bukan hanya mencari waktu untuk berolahraga, tetapi juga mencari kesempatan untuk bergerak di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Caranya sebenarnya sederhana. Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, cobalah berdiri dan berjalan sebentar secara berkala. Saat menerima telepon, misalnya, seseorang dapat berdiri sambil berbicara.

Setelah menyelesaikan pekerjaan di depan komputer, luangkan waktu untuk berjalan mengambil air minum atau melakukan peregangan ringan. WHO juga menekankan bahwa mengganti waktu sedentari dengan aktivitas fisik dalam intensitas apa pun, termasuk aktivitas ringan, memberikan manfaat bagi kesehatan. Gerakan kecil yang dilakukan berulang kali ternyata dapat menjadi kebiasaan besar untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Pada akhirnya, duduk lebih dari enam jam seharusnya menjadi pengingat, bukan alasan untuk panik. Yang perlu diperbaiki adalah kebiasaan sehari-hari agar tubuh tidak terus-menerus diam dalam waktu panjang.

Mulailah dari hal kecil: berdiri, berjalan, melakukan pekerjaan rumah, atau sekadar mengambil jeda dari kursi. Mungkin awalnya terasa sepele, tetapi dari kebiasaan kecil itulah tubuh mendapatkan kesempatan untuk kembali bergerak. Sebab, terkadang menjaga kesehatan bukan tentang melakukan sesuatu yang berat, melainkan tentang tidak membiarkan tubuh terlalu lama berhenti bergerak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....