Dari 3 September 1945, Semangat Donor Darah Berlanjut
- 02 Sep 2026 11:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Setetes darah mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan transfusi, darah bisa menjadi harapan untuk terus bertahan. Semangat kemanusiaan itulah yang terus hidup hingga kini, termasuk melalui aksi donor darah yang digelar RRI Pekanbaru bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Rabu 2 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak RRI Fest 2026 dalam memperingati 81 tahun Radio Republik Indonesia dengan tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Momentum donor darah ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Indonesia yang diperingati setiap 3 September. Tanggal tersebut memiliki sejarah penting dalam perjalanan organisasi kemanusiaan di Indonesia.
Pada 3 September 1945, atau sekitar dua pekan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, dr. Buntaran Martoatmodjo, untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional.
| Baca juga: Sarapan Sumber Energi dan Kesehatan Tubuh |
Perintah tersebut menjadi langkah awal lahirnya organisasi kepalangmerahan nasional. Dua hari kemudian, tepatnya 5 September 1945, dr. Buntaran membentuk Panitia Lima untuk mempersiapkan pembentukan organisasi tersebut.
Panitia itu diketuai dr. R. Mochtar, dengan dr. Bahder Djohan sebagai penulis serta dr. Djuhana, dr. Marzuki dan dr. Sitanala sebagai anggota.
Upaya tersebut kemudian berbuah dengan terbentuknya Pengurus Besar Palang Merah Indonesia pada 17 September 1945, dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertama. Karena itu, 3 September menjadi tonggak awal perintah pembentukan, sementara 17 September menandai berdirinya PMI secara resmi.
Sejak awal berdiri, PMI memang tidak hanya berkaitan dengan donor darah. Organisasi ini menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari membantu korban perang dan bencana, pertolongan pertama, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Peran donor darah menjadi salah satu bentuk pelayanan PMI yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui donor sukarela, masyarakat dapat ikut membantu menjaga ketersediaan darah untuk pasien yang membutuhkan transfusi.
Semangat tersebut pula yang ingin dihadirkan RRI Pekanbaru melalui kegiatan donor darah dalam rangkaian RRI Fest 2026.
Kolaborasi bersama PMI menjadi bentuk nyata bahwa perayaan 81 tahun RRI tidak hanya dilakukan melalui kegiatan hiburan, tetapi juga diisi dengan aksi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi RRI, semangat kemanusiaan ini sejalan dengan peran lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Aksi donor darah menjadi pengingat bahwa membantu sesama tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Dengan meluangkan waktu dan mendonorkan darah, seseorang bisa memberikan manfaat bagi orang lain yang bahkan tidak dikenalnya.
Semangat gotong royong itulah yang terus diwariskan sejak lahirnya gagasan Palang Merah Nasional pada 3 September 1945.
Kini, 81 tahun setelah RRI hadir menemani Indonesia, semangat “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” juga dapat diwujudkan melalui aksi sederhana: berbagi, peduli dan membantu sesama.
Setetes darah hari ini, bisa menjadi harapan bagi kehidupan orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....