Ketahui Penyebab Ketombe yang Jarang Orang Ketahui
- 24 Agt 2026 15:46 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Masalah ketombe sering kali dianggap hanya sebatas akibat dari kurangnya menjaga kebersihan rambut atau sekadar kulit kepala kering. Padahal, ada berbagai faktor tersembunyi di balik munculnya serpihan putih yang mengganggu penampilan dan rasa percaya diri tersebut.
Salah satu pemicu yang jarang disadari adalah tingkat stres harian yang tinggi. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh memicu peningkatan hormon androgen yang membuat kelenjar minyak di kepala memproduksi sebum secara berlebihan, sehingga jamur penyebab ketombe dapat berkembang biak dengan sangat cepat.
Selain faktor psikologis, aspek kebiasaan sehari-hari seperti penggunaan penutup kepala atau hijab dalam durasi yang terlalu lama juga turut memengaruhi kesehatan kulit kepala. Berdasarkan sebuah studi dalam Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, terdapat hubungan signifikan antara durasi pemakaian jilbab yang lama dengan peningkatan risiko kejadian ketombe akibat tingginya kelembapan dan suhu panas di area kepala.
Faktor internal lain yang kerap diabaikan adalah pola makan yang kurang seimbang, khususnya kekurangan asupan nutrisi penting seperti vitamin B, zat seng (zinc), serta asam lemak esensial. Kekurangan zat-zat tersebut dapat melemahkan pertahanan alami kulit kepala dan mengganggu proses regenerasi sel, yang berujung pada timbulnya pengelupasan kulit mati.
Tidak kalah penting, reaksi alergi atau sensitivitas terhadap produk perawatan rambut tertentu juga sering disalahartikan sebagai ketombe biasa. Kondisi yang disebut sebagai dermatitis kontak ini terjadi ketika kulit kepala mengalami iritasi akibat bahan kimia kuat yang terkandung dalam sampo, penata rambut, atau pewarna rambut yang tidak cocok.
Kesimpulannya, mengatasi ketombe secara tuntas memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai akar penyebabnya yang tidak selalu kasat mata. Dengan mengenali faktor-faktor tersembunyi seperti stres, kelembapan berlebih, hingga kekurangan nutrisi, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang jauh lebih tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....