Benarkah Diabetes Hanya Dialami Orang yang Suka Makan Manis

  • 14 Sep 2026 18:04 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mitos penyakit diabetes hanya menyerang orang yang gemar mengonsumsi makanan atau minuman manis masih melekat kuat di tengah masyarakat. Padahal, gula bukanlah satu-satunya faktor penentu seseorang bisa terkena gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kadar gula darah ini.

Anggapan tersebut tergolong kurang tepat secara medis. Mengonsumsi gula berlebih memang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas, yang pada akhirnya menjadi pemicu utama resistensi insulin. Namun, asupan manis sendiri tidak secara langsung menyebabkan diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Penyebab diabetes sesungguhnya jauh lebih kompleks dan melibatkan banyak faktor risiko. Menurut panduan medis dari International Diabetes Federation (IDF), diabetes tipe 1 diakibatkan oleh reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin, sedangkan diabetes tipe 2 sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, riwayat keluarga, usia, serta gaya hidup tidak aktif (sedentary lifestyle).

Selain itu, pola makan yang kaya akan lemak jenuh, makanan olahan (processed food), serta karbohidrat olahan tinggi juga memegang peranan besar dalam meningkatkan risiko diabetes. Karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebih atau tepung-tepungan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, meskipun makanan tersebut tidak terasa manis di lidah.

Di dalam negeri, Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) menegaskan bahwa kurangnya aktivitas fisik, stres kronis, serta pola tidur yang buruk turut berkontribusi signifikan terhadap penurunan sensitivitas insulin pada masyarakat usia produktif. Artinya, seseorang yang jarang mengonsumsi boba atau permen tetap berisiko terkena diabetes jika menjalani gaya hidup yang kurang sehat.

Upaya pencegahan diabetes tentu tidak cukup hanya dengan membatasi konsumsi gula dapur semata. Masyarakat dianjurkan untuk rutin mengadopsi pola makan gizi seimbang, aktif bergerak minimal 30 menit sehari, serta melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala sebagai bentuk deteksi dini.

Dengan memahami faktor risiko secara utuh, kita dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh. Diabetes merupakan kondisi multifaktorial yang perlu diantisipasi melalui komitmen gaya hidup sehat secara menyeluruh, bukan sekadar menghindari makanan manis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....