Sering Eksfoliasi, Benarkah Bisa Membuat Kulit Lebih Cerah

  • 14 Agt 2026 20:59 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Eksfoliasi menjadi salah satu langkah perawatan kulit yang banyak dilakukan untuk mendapatkan wajah yang lebih bersih dan cerah. Berbagai produk eksfoliasi kini mudah ditemukan, mulai dari scrub hingga produk dengan kandungan AHA, BHA, dan PHA.

Namun, muncul anggapan bahwa semakin sering melakukan eksfoliasi, kulit akan semakin cepat cerah. Benarkah demikian? Eksfoliasi pada dasarnya dilakukan untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Penumpukan sel kulit mati dapat membuat wajah terlihat kusam, kasar, hingga membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Dengan mengangkat lapisan tersebut, kulit dapat terlihat lebih bersih dan cerah.

Dikutip dari Hello Sehat, eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran pada permukaan wajah sehingga kulit tampak lebih bersih dan bercahaya. Eksfoliasi juga dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan mendukung proses regenerasi sel. Namun, perawatan ini tidak berarti semakin sering dilakukan maka hasilnya akan semakin baik.

Justru, eksfoliasi yang dilakukan terlalu sering dapat memberikan dampak sebaliknya. Kulit yang terus-menerus mengalami pengelupasan dapat kehilangan sebagian lapisan pelindung alaminya. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih kering, kemerahan, terasa perih, mengelupas, bahkan lebih sensitif terhadap produk perawatan maupun paparan sinar matahari.

Jenis kulit juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan seberapa sering eksfoliasi dilakukan. Kulit kering dan sensitif cenderung lebih mudah mengalami iritasi sehingga membutuhkan perawatan yang lebih lembut. Sementara itu, kulit berminyak atau mudah berjerawat juga tidak berarti boleh dieksfoliasi secara berlebihan.

Selain frekuensi, jenis eksfoliator juga penting diperhatikan. Eksfoliasi mekanis biasanya menggunakan scrub atau alat tertentu untuk mengangkat sel kulit mati secara fisik, sedangkan eksfoliasi kimia menggunakan bahan seperti AHA dan BHA. Penggunaan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan petunjuk penggunaan agar tidak menyebabkan iritasi.

Tanda bahwa kulit mungkin terlalu sering dieksfoliasi antara lain wajah terasa sangat kering dan tertarik, muncul kemerahan, perih, gatal, mengelupas, atau timbul jerawat kecil. Jika kondisi tersebut muncul setelah penggunaan produk eksfoliasi, sebaiknya frekuensi pemakaian dikurangi atau dihentikan sementara sampai kondisi kulit membaik.

Karena itu, mendapatkan kulit yang lebih cerah bukan berarti harus melakukan eksfoliasi setiap hari. Perawatan kulit yang baik justru membutuhkan keseimbangan antara membersihkan kulit, menjaga kelembapan, melindungi kulit dari sinar matahari, dan menggunakan bahan aktif sesuai kebutuhan.

Bagi yang baru mulai melakukan eksfoliasi, penting untuk mengenali jenis kulit terlebih dahulu dan mengikuti petunjuk penggunaan produk. Hindari menggosok wajah terlalu keras, terutama jika menggunakan scrub, karena gesekan berlebihan dapat menyebabkan iritasi.

Jika kulit mengalami kemerahan, rasa terbakar, pengelupasan berlebihan, atau iritasi yang tidak kunjung membaik, sebaiknya hentikan penggunaan produk eksfoliasi dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.

Jadi, eksfoliasi memang dapat membantu membuat kulit tampak lebih cerah, tetapi bukan berarti semakin sering dilakukan akan semakin baik. Kunci utamanya adalah melakukan eksfoliasi secara tepat, sesuai kondisi kulit, dan tidak berlebihan. Kulit yang sehat bukan hanya terlihat cerah, tetapi juga terasa nyaman, lembap, dan tidak mudah mengalami iritasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....