Sulam Bibir Makin Populer, Risikonya bagi Kesehatan

  • 14 Agt 2026 21:06 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sulam bibir menjadi salah satu prosedur kecantikan yang semakin populer di kalangan masyarakat. Prosedur ini dilakukan untuk membuat warna bibir terlihat lebih cerah, merona, dan merata sehingga seseorang tidak perlu terlalu sering menggunakan lipstik.

Meski menawarkan hasil yang menarik, sulam bibir tetap merupakan prosedur kosmetik yang menggunakan jarum untuk memasukkan pigmen ke dalam bibir sehingga terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dari sisi kesehatan. Dikutip dari Hello Sehat, sulam bibir merupakan prosedur kosmetik untuk memasukkan pigmen warna ke bibir menggunakan jarum tato berukuran kecil.

Prosedur ini juga dikenal sebagai tato bibir dan biasanya dilakukan untuk membuat warna bibir terlihat lebih merah serta merata. Hasil sulam bibir tidak bersifat permanen karena warna pigmen dapat memudar seiring proses regenerasi kulit.

Dalam prosesnya, jarum akan membuat luka-luka kecil pada area bibir untuk memasukkan pigmen. Karena itu, setelah prosedur dilakukan, bibir dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, rasa sakit, atau memar. Kondisi tersebut umumnya bersifat sementara dan dapat berangsur membaik selama masa penyembuhan.

Namun, prosedur sulam bibir bukan berarti bebas dari risiko. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebersihan alat yang digunakan. Jarum yang tidak steril dapat menjadi media penularan penyakit yang ditularkan melalui darah, termasuk hepatitis B, hepatitis C, hingga HIV. Selain itu, penggunaan peralatan yang tidak steril juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada area bibir.

Risiko lainnya adalah infeksi herpes simpleks. Bagi seseorang yang memiliki riwayat herpes pada bibir, prosedur sulam bibir berpotensi memicu kembali infeksi tersebut. Reaksi alergi terhadap pigmen juga dapat terjadi, terutama pada bahan pewarna tertentu. Gejalanya dapat berupa bibir terasa gatal, muncul ruam, kemerahan, atau pembengkakan.

Selain infeksi dan alergi, sulam bibir juga memiliki risiko komplikasi kulit tertentu. Karena itu, prosedur sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan hanya karena tergiur dengan hasil yang terlihat lebih merah atau merona. Kondisi kesehatan, riwayat alergi, serta riwayat herpes juga perlu dipertimbangkan sebelum menjalani prosedur.

Pemilihan tempat melakukan sulam bibir menjadi salah satu hal yang sangat penting. Pastikan prosedur dilakukan oleh praktisi yang memiliki kompetensi, menggunakan jarum sekali pakai atau peralatan yang telah disterilkan dengan benar, serta menerapkan prosedur kebersihan yang baik. Jangan hanya mempertimbangkan harga atau hasil foto sebelum dan sesudah tindakan, tetapi pastikan keamanan menjadi prioritas utama.

Setelah prosedur dilakukan, perawatan selama masa penyembuhan juga tidak kalah penting. Bibir perlu dijaga kebersihannya dan tidak boleh digosok atau dikelupas secara paksa ketika muncul kulit atau luka. Penggunaan produk kosmetik pada bibir juga sebaiknya mengikuti petunjuk perawatan yang diberikan oleh praktisi agar proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Jika setelah sulam bibir muncul pembengkakan yang semakin parah, rasa sakit yang tidak kunjung membaik, ruam, gatal berlebihan, atau tanda-tanda infeksi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut masih merupakan bagian dari proses penyembuhan atau sudah menunjukkan adanya komplikasi.

Dengan demikian, sulam bibir bukan hanya persoalan kecantikan, tetapi juga prosedur yang memiliki risiko kesehatan. Bukan berarti setiap orang yang melakukan sulam bibir pasti mengalami masalah, tetapi kebersihan alat, kualitas pigmen, kompetensi praktisi, serta perawatan setelah prosedur merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Bagi masyarakat yang tertarik melakukan sulam bibir, sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan hasil akhir yang diinginkan. Kenali terlebih dahulu prosedurnya, pahami kemungkinan efek sampingnya, dan pilih tempat yang terpercaya serta mengutamakan kebersihan dan keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....