Mengenal Brain Fog dan Cara Mengatasinya

  • 14 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Terkadang kita bisa mendadak lupa apa yang ingin dikatakan di tengah pembicaraan atau merasa sangat sulit untuk berkonsentrasi saat bekerja. Kondisi ini dikenal dalam dunia medis sebagai brain fog. Brain fog menjadi sinyal bahwa kondisi fisik atau mental seseorang sedang mengalami penurunan performa.

Dr. Sabina Brennan dalam bukunya "Beating Brain Fog" menjelaskan brain fog adalah kumpulan gejala neurologis yang mengganggu fungsi kognitif dasar seperti memori, fokus, dan kecepatan memproses informasi. Gangguan komunikasi antarsaraf ini memicu perasaan tidak nyaman karena pikiran terasa seperti tertutup kabut yang tebal.

Penyebab utama terjadinya kondisi ini berkaitan dengan gaya hidup dan tingkat stres harian yang tinggi. Kurang tidur yang kronis, pola makan buruk yang memicu peradangan, hingga perubahan hormon menjadi pemicu utama menurunnya fungsi kognitif. Ketika tubuh berada di bawah tekanan terus-menerus, produksi hormon stres akan mengganggu kinerja bagian otak yang mengatur fungsi eksekutif.

Halodoc menjelaskan meskipun brain fog berlangsung sementara akibat beberapa faktor seperti stres atau kurang tidur, penting untuk mewaspadai jika kondisi ini berlanjut atau memburuk. Brain fog perlu diwaspadai saat berlangsung terlalu lama, semakin parah, disertai gejala lain, dan memiliki riwayat penyakit kronis.

Langkah awal yang sangat efektif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperbaiki pola dan kualitas tidur harian dengan mengusahakan 7-8 jam setaip malam. Mulailah untuk berolahraga untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan memperbaiki fungsi kognitif. Latih juga otak dengan melakukan aktivitas yang menantang seperti membaca, bermain puzzle, atau belajar keterampilan baru.

Asupan nutrisi dan pola makan seimbang juga memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga kesehatan saraf otak. Membatasi konsumsi gula berlebih dan makanan olahan dapat mencegah terjadinya lonjakan serta penurunan kadar gula darah yang drastis. Sebagai gantinya, makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan antioksidan sangat dianjurkan untuk menutrisi sel-sel otak.

Selain perbaikan gaya hidup fisik, memberikan jeda istirahat secara berkala dari paparan layar digital sangat membantu proses pemulihan. Mengurangi kebiasaan multitasking dan memfokuskan perhatian pada satu tugas dalam satu waktu dapat meredakan beban kerja otak. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki di luar ruangan juga terbukti efektif dalam melancarkan sirkulasi darah menuju otak.

Memahami dan mengatasi brain fog secara tepat membantu mencegah terjadinya kelelahan mental yang lebih parah. Penanganan yang tepat melalui perubahan kebiasaan harian akan mengembalikan produktivitas secara optimal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi kualitas hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....