Kenali Gejala Mata Bintitan

  • 07 Agt 2026 13:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mata bintitan atau dalam istilah medis disebut hordeolum merupakan salah satu gangguan pada kelopak mata yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil menyerupai jerawat di tepi kelopak mata yang terasa nyeri, kemerahan, dan terkadang berisi nanah.

Bintitan terjadi akibat infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, pada kelenjar minyak di kelopak mata. Infeksi tersebut menyebabkan penyumbatan kelenjar sehingga memicu peradangan dan pembengkakan. Meski umumnya tidak berbahaya, bintitan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter menyebutkan bahwa beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bintitan. Di antaranya menyentuh atau mengucek mata dengan tangan yang kotor, tidak membersihkan riasan mata sebelum tidur, menggunakan lensa kontak yang tidak steril, serta memiliki riwayat peradangan kelopak mata (blefaritis). Kondisi kulit seperti rosacea juga diketahui dapat meningkatkan risiko bintitan berulang.

Gejala bintitan biasanya diawali dengan munculnya benjolan kecil di kelopak mata yang terasa nyeri saat disentuh. Selain itu, penderita dapat mengalami kemerahan, pembengkakan, mata berair, sensasi mengganjal, hingga keluarnya nanah dari benjolan. Sebagian besar kasus akan membaik dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu.

Untuk membantu mempercepat penyembuhan, penderita dianjurkan mengompres mata menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat selama 10–15 menit, sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Hindari memencet benjolan karena dapat memperparah infeksi. Selama bintitan belum sembuh, sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak maupun kosmetik mata.

Pencegahan bintitan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mata dan tangan. Masyarakat disarankan rutin mencuci tangan sebelum menyentuh area mata, membersihkan wajah sebelum tidur, mengganti kosmetik mata yang sudah kedaluwarsa, serta memastikan lensa kontak selalu dalam kondisi steril. Langkah sederhana ini terbukti efektif mengurangi risiko infeksi pada kelopak mata.

Meski sebagian besar bintitan dapat sembuh sendiri, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter apabila benjolan semakin besar, nyeri bertambah hebat, mengganggu penglihatan, atau tidak kunjung membaik setelah dua minggu. Penanganan medis diperlukan untuk mencegah komplikasi seperti kalazion maupun infeksi yang menyebar ke jaringan sekitar mata.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....