Jangan Hanya Pantau Berat dan Tinggi Badan, Lingkar Kepala Anak juga Penting
- 05 Agt 2026 00:50 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Saat membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan, orang tua mungkin sudah terbiasa melihat petugas menimbang berat badan dan mengukur panjang atau tinggi badan. Namun, ada satu pengukuran lain yang juga penting dilakukan, terutama pada masa bayi dan balita, yaitu pengukuran lingkar kepala.
Lingkar kepala merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk membantu memantau pertumbuhan anak. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan pita ukur yang melingkari bagian kepala yang paling besar, umumnya melewati bagian dahi dan bagian belakang kepala yang paling menonjol. Hasilnya kemudian dicatat dan dibandingkan dengan grafik pertumbuhan sesuai usia serta jenis kelamin anak.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), terdapat standar pertumbuhan lingkar kepala berdasarkan usia untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir hingga usia lima tahun. Grafik tersebut digunakan sebagai salah satu alat untuk memantau pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.
| Baca juga: Benarkah Makanan Pedas Menyebabkan Maag? |
Pengukuran lingkar kepala penting karena pada masa awal kehidupan, otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Melalui pemantauan secara berkala, tenaga kesehatan dapat melihat apakah pertumbuhan kepala anak mengikuti pola yang diharapkan atau mengalami perubahan yang perlu diperhatikan.
Meski demikian, ukuran lingkar kepala tidak dapat dinilai hanya dengan melihat apakah angkanya besar atau kecil. Satu hasil pengukuran saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seorang anak mengalami masalah kesehatan. Hasil pengukuran perlu dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin anak, kemudian dilihat perkembangannya dari waktu ke waktu melalui grafik pertumbuhan.
Sebagai contoh, anak dengan lingkar kepala yang lebih besar atau lebih kecil dibandingkan rata-rata belum tentu mengalami gangguan. Faktor keturunan dapat memengaruhi ukuran kepala. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan ukuran kepala relatif besar atau kecil dapat memiliki pola pertumbuhan yang serupa. Karena itu, tenaga kesehatan tidak hanya melihat satu angka, tetapi juga mempertimbangkan riwayat pertumbuhan, kondisi kesehatan, perkembangan anak, serta hasil pemeriksaan lainnya.
Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila pola pertumbuhan lingkar kepala berubah secara signifikan, misalnya pertumbuhannya sangat cepat, sangat lambat, atau tidak mengikuti pola sebelumnya. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain mengukur lingkar kepala, orang tua juga perlu memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh. Kemampuan anak untuk bergerak, berkomunikasi, merespons lingkungan, bermain, dan mempelajari keterampilan baru juga menjadi bagian penting dalam pemantauan tumbuh kembang. Oleh karena itu, hasil pengukuran lingkar kepala sebaiknya tidak ditafsirkan secara terpisah.
Di Indonesia, pengukuran tubuh anak merupakan bagian dari pemantauan pertumbuhan. Kementerian Kesehatan memiliki standar antropometri anak sebagai rujukan dalam penilaian ukuran dan pertumbuhan anak.
| Baca juga: Alasan Balita Minum Obat Cacing |
Orang tua juga sebaiknya tidak membandingkan ukuran kepala anak hanya dengan anak lain yang seusia. Setiap anak dapat memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Membandingkan hasil pengukuran tanpa melihat grafik dan riwayat pertumbuhan dapat menimbulkan kekhawatiran yang belum tentu diperlukan.
Jika hasil pengukuran lingkar kepala dinilai tidak sesuai dengan pola pertumbuhan atau terdapat perubahan yang mengkhawatirkan, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan berdasarkan kondisi anak secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan satu angka pengukuran.
Pemantauan pertumbuhan anak tidak hanya berkaitan dengan berat dan tinggi badan. Lingkar kepala juga menjadi salah satu bagian penting dalam melihat pola pertumbuhan sejak dini. Dengan melakukan pengukuran secara berkala dan mencatat hasilnya pada grafik pertumbuhan, perubahan dapat dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Karena itu, saat membawa anak ke posyandu atau melakukan pemeriksaan rutin, jangan hanya memperhatikan angka berat dan tinggi badan. Pastikan pertumbuhan lingkar kepala juga dipantau sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....