Penyebab Sering Buang Angin
- 09 Sep 2026 19:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sering buang angin atau kentut dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Apalagi jika terjadi ketika sedang berkumpul bersama orang lain. Namun, sebenarnya kentut merupakan bagian normal dari proses pencernaan.
Gas di dalam saluran pencernaan terbentuk dari udara yang tertelan saat makan atau minum serta aktivitas bakteri di usus besar ketika mencerna makanan yang belum sepenuhnya diserap tubuh. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sebagian orang dapat buang gas sekitar 8–14 kali sehari, bahkan hingga sekitar 25 kali sehari masih dapat dianggap normal.
Lalu, mengapa ada orang yang merasa lebih sering kentut daripada biasanya? Salah satu penyebabnya bisa berasal dari makanan. Kacang-kacangan, brokoli, kol, kembang kol, buah tertentu, makanan tinggi serat, minuman bersoda, serta makanan yang mengandung pemanis seperti sorbitol dapat meningkatkan produksi gas pada sebagian orang.
Kebiasaan makan terlalu cepat juga dapat membuat lebih banyak udara tertelan. Jadi, jika setelah makan tertentu perut terasa penuh dan kentut menjadi lebih sering, bisa jadi makanan tersebut sedang memberi “petunjuk” tentang apa yang kurang cocok bagi tubuh.
Menariknya, sering kentut tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit. Namun, kondisi tertentu memang dapat membuat gas menjadi lebih banyak atau terasa lebih mengganggu.
Misalnya, sembelit, sindrom iritasi usus atau IBS, intoleransi laktosa, serta beberapa gangguan pencernaan lainnya. Intoleransi laktosa, misalnya, dapat menyebabkan perut kembung, kentut, diare, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Karena itu, memperhatikan hubungan antara makanan dan munculnya keluhan dapat membantu menemukan penyebabnya.
Ada beberapa cara sederhana untuk mengurangi kentut yang mengganggu. Cobalah makan lebih pelan, mengunyah makanan dengan baik, mengurangi minuman bersoda, serta tidak terlalu sering mengunyah permen karet.
Porsi makan yang lebih kecil juga dapat dicoba jika makan dalam jumlah banyak membuat perut mudah bergas. Selain itu, catat makanan yang sering diikuti oleh perut kembung atau kentut berlebihan. Dengan cara ini, seseorang dapat mengetahui makanan mana yang mungkin menjadi pemicunya tanpa harus langsung menghindari terlalu banyak jenis makanan.
Namun, ada saatnya kentut yang sering tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai sakit perut, diare, sembelit, penurunan berat badan tanpa sebab, muntah, atau darah pada tinja, sebaiknya periksakan diri kepada tenaga kesehatan.
Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, kentut memang normal, tetapi perubahan yang mencolok pada tubuh tetap perlu diperhatikan. Bisa jadi, suara kecil yang selama ini dianggap memalukan justru sedang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang perlu kita pahami dari tubuh sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....