Kenali Cara Penanganan yang Tepat saat Mimisan
- 04 Agt 2026 21:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Mimisan sering terjadi secara tiba-tiba, ketika darah keluar dari hidung, sebagian orang mungkin langsung mendongakkan kepala dengan tujuan menghentikan perdarahan, cara ini sudah lama dikenal dan masih sering dilakukan. Namun, mendongakkan kepala sebenarnya bukan cara penanganan mimisan yang dianjurkan.
Mimisan atau dalam istilah medis disebut epistaksis terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah. Bagian dalam hidung memiliki banyak pembuluh darah yang letaknya dekat dengan permukaan sehingga mudah mengalami iritasi atau cedera. Sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan pertolongan pertama sederhana.
Mimisan dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti udara yang kering, kebiasaan mengorek hidung, membuang ingus terlalu kuat, alergi, infeksi saluran pernapasan, atau benturan pada hidung. Pada beberapa orang, penggunaan obat tertentu yang memengaruhi proses pembekuan darah juga dapat meningkatkan risiko terjadinya mimisan.
Menurut National Health Service (NHS) saat mengalami mimisan, seseorang sebaiknya duduk tegak dan sedikit mencondongkan kepala ke depan. Selanjutnya, bagian hidung yang lunak tepat di atas lubang hidung ditekan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama sekitar 10 hingga 15 menit sambil bernapas melalui mulut. Tekanan sebaiknya dilakukan secara terus-menerus tanpa berkali-kali melepas pegangan untuk memeriksa apakah perdarahan sudah berhenti.
Posisi kepala yang sedikit condong ke depan membantu mencegah darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan tertelan. Oleh karena itu, kepala tidak dianjurkan untuk didongakkan. Jika darah masuk ke dalam mulut, sebaiknya darah tersebut diludahkan. Menelan darah dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut, mual, atau muntah.
Selain tidak mendongakkan kepala, seseorang yang sedang mengalami mimisan juga sebaiknya tidak berbaring telentang. Hindari memasukkan tisu, kapas, atau benda lain terlalu dalam ke dalam hidung karena dapat mengiritasi jaringan dan memperparah perdarahan.
Setelah mimisan berhenti, hindari membuang ingus, mengorek hidung, atau melakukan aktivitas fisik yang berat selama beberapa waktu. Tindakan tersebut dapat mengganggu proses penyembuhan pembuluh darah dan memicu perdarahan kembali.
Sebagian besar mimisan dapat berhenti dengan penanganan sederhana. Namun, segera cari pertolongan medis apabila perdarahan tidak berhenti setelah dilakukan tekanan, darah keluar dalam jumlah banyak, mimisan terjadi setelah cedera serius, atau disertai gejala seperti lemas, pusing, sulit bernapas, atau penurunan kesadaran. Mimisan yang sering terjadi berulang juga sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Mimisan memang sering kali tidak berbahaya, tetapi cara penanganan yang tepat tetap penting. Saat mengalami mimisan, tidak perlu mendongakkan kepala. Duduklah dengan posisi tegak, sedikit condongkan kepala ke depan, lalu tekan bagian hidung yang lunak selama sekitar 10 hingga 15 menit.
Dengan mengetahui langkah pertolongan pertama yang benar, mimisan dapat ditangani dengan lebih aman dan risiko darah mengalir ke tenggorokan dapat dikurangi. Jika perdarahan tidak berhenti, sering berulang, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....