Kebiasaan Grooming pada Kucing dan Manfaatnya bagi Kesehatan

  • 27 Jul 2026 10:53 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah grooming, yaitu menjilati bulu dan bagian tubuhnya menggunakan lidah yang memiliki tekstur kasar. Bahkan, seekor kucing dapat menghabiskan sekitar 30–50 persen waktu saat terjaga hanya untuk membersihkan dirinya. Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian penting dari cara kucing menjaga kesehatan dan kenyamanannya.

Lidah kucing memiliki tonjolan kecil berbentuk seperti kait yang disebut papillae. Struktur ini membantu mengangkat kotoran, debu, bulu mati, hingga sisa-sisa benda yang menempel pada bulunya. Selain itu, grooming juga membantu menyebarkan minyak alami yang dihasilkan kulit ke seluruh permukaan bulu sehingga bulu tetap bersih, berkilau, dan terlindungi dari kekeringan. Menurut Cornell Feline Health Center, perilaku grooming merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan kulit dan bulu kucing.

Selain menjaga kebersihan, grooming juga membantu mengatur suhu tubuh kucing. Saat menjilati bulunya, air liur akan menguap dan memberikan efek pendinginan, terutama ketika cuaca sedang panas. Inilah alasan mengapa kucing tetap dapat merasa nyaman meskipun tidak berkeringat seperti manusia. Mekanisme alami ini menjadi salah satu cara tubuh kucing beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Grooming juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental kucing. Ketika merasa tenang dan aman, kucing cenderung melakukan grooming sebagai bentuk relaksasi. Sebaliknya, perubahan perilaku grooming dapat menjadi tanda adanya masalah. Kucing yang terlalu sering menjilati tubuhnya hingga menyebabkan bulu rontok atau luka bisa saja mengalami stres, alergi, infeksi kulit, atau rasa nyeri. Di sisi lain, kucing yang tiba-tiba berhenti grooming juga perlu diperhatikan karena dapat mengindikasikan penyakit, obesitas, atau gangguan pada persendian yang membuatnya kesulitan menjangkau bagian tubuh tertentu.

Pada beberapa kesempatan, kucing juga melakukan social grooming atau saling menjilati sesama kucing. Perilaku ini biasanya terjadi pada kucing yang memiliki hubungan dekat, seperti induk dengan anaknya atau kucing yang hidup bersama dalam satu kelompok. Selain membantu membersihkan bulu, kebiasaan ini berfungsi mempererat ikatan sosial dan menciptakan rasa aman di antara mereka. Menurut International Cat Care, perilaku saling grooming merupakan bagian dari komunikasi sosial yang normal pada kucing.

Meskipun kucing mampu membersihkan tubuhnya sendiri, pemilik tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan bulunya. Menyisir bulu secara rutin dapat membantu mengurangi bulu mati, mencegah kusut, serta mengurangi risiko terbentuknya hairball akibat bulu yang tertelan saat grooming. Untuk kucing berbulu panjang, penyisiran sebaiknya dilakukan setiap hari agar bulunya tetap sehat dan tidak mudah menggumpal.

Memahami kebiasaan grooming pada kucing dapat membantu pemilik mengenali kondisi kesehatan hewan peliharaannya sejak dini. Grooming yang dilakukan dalam batas normal merupakan tanda bahwa kucing merasa nyaman dan sehat. Namun, apabila terjadi perubahan yang mencolok, seperti grooming berlebihan atau justru tidak grooming sama sekali, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian terhadap perilakunya, kucing dapat hidup lebih sehat, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....