Jamur ternyata Kaya Protein, Benarkah Bisa Jadi Pengganti Daging?
- 22 Jul 2026 19:48 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tren gaya hidup sehat dan pola makan berbasis nabati (plant-based diet) makin digemari masyarakat modern. Di antara beragam bahan pangan nabati, jamur sering kali menjadi primadona karena teksturnya yang kenyal mirip serat daging.
Namun, timbul pertanyaan mendasar di kalangan pecinta kuliner: apakah kandungan nutrisi jamur benar-benar mampu menggantikan peran daging merah? Secara tekstur dan rasa gurih (umami), jamur memang menjadi alternatif terdepan untuk mengolah aneka masakan pengganti daging. Menurut publikasi edukasi gizi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, jamur mengandung asam amino alami, bebas lemak jenuh, serta kaya akan serat, kalsium, dan vitamin B kompleks yang mendukung metabolisme energi tubuh.
Meski begitu, jika ditinjau dari kadar protein murni, konsumsi jamur belum sepenuhnya bisa menyamai porsi protein pada daging hewan. Berdasarkan data komposisi pangan dari United States Department of Agriculture (USDA), dalam 100 gram jamur tiram atau kancing terdapat sekitar 2 hingga 3 gram protein, sementara porsi daging sapi segar dengan berat yang sama bisa menyuplai hingga 20–26 gram protein.
Pandangan objektif mengenai posisi jamur sebagai bahan pangan pendamping juga disuarakan para ahli gizi di dalam negeri. Publikasi analisis pangan yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjelaskan jamur sangat baik dijadikan bahan makanan alternatif penambah serat dan pengaya mikro-nutrisi, tetapi sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein nabati lain seperti tempe, tahu, atau kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan protein harian secara utuh.
| Baca juga: Jangan Sepelekan Rambut Bercabang |
Di sisi lain, keunggulan utama jamur dibanding daging hewan terletak pada profil kesehatannya yang amat ramah bagi jantung. Studi riset pangan yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan bahwa jamur kaya akan beta-glukan sejenis serat larut yang terbukti ampuh membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta menjaga stabilitas gula darah.
Selain itu, jamur merupakan salah satu dari sedikit bahan makanan non-hewani yang secara alami mampu menyerap dan menghasilkan vitamin D saat terpapar sinar matahari. Kandungan antioksidan kuat seperti ergothioneine di dalamnya juga berperan aktif melindungi sel-sel tubuh dari peradangan kronis.
Menjadikan jamur sebagai pengganti tekstur daging dalam menu harian merupakan langkah bijak untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol. Namun, untuk menjaga keseimbangan gizi harian yang optimal, pemenuhan protein sebaiknya tetap dipadukan dengan variasi sumber protein berkualitas lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....