Gula Merah Mengandung Nutrisi , Mineral dan Kalium

  • 21 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Gula merah merupakan salah satu pemanis alami yang banyak digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia. Terbuat dari nira kelapa, aren, atau lontar yang dimasak hingga mengental, gula merah tidak hanya memberikan cita rasa khas, tetapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Menurut World Health Organization (WHO), dibandingkan gula pasir, gula merah mengandung sedikit lebih banyak mineral seperti kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan sejumlah antioksidan. Kandungan tersebut berasal dari proses pengolahan yang relatif lebih minim dibandingkan gula rafinasi, sehingga sebagian zat gizi alami masih dapat dipertahankan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, dan akan lebih baik jika kurang dari 5 persen atau sekitar 25 gram per hari bagi orang dewasa.

Karena itu, gula merah sebaiknya dikonsumsi secukupnya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Mengombinasikannya dengan makanan sehat, rutin berolahraga, serta menjaga asupan gula harian tetap menjadi langkah terbaik untuk memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.

Salah satu manfaat gula merah adalah membantu memenuhi kebutuhan energi. Kandungan karbohidrat sederhana di dalamnya dapat menjadi sumber energi cepat bagi tubuh, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, gula merah juga mengandung zat besi meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu tinggi. Mineral ini berperan dalam pembentukan sel darah merah sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Kandungan kalium pada gula merah juga berperan dalam membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi saraf, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil apabila dikombinasikan dengan pola hidup sehat.

Tak hanya itu, gula merah mengandung sejumlah senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, jumlah antioksidan tersebut tidak cukup untuk menjadikan gula merah sebagai sumber utama antioksidan dalam pola makan.

Di berbagai daerah, gula merah juga sering dimanfaatkan sebagai campuran minuman hangat seperti wedang jahe. Kombinasi ini dipercaya masyarakat dapat memberikan rasa hangat dan nyaman pada tubuh, terutama saat cuaca dingin. Namun, manfaat tersebut lebih banyak berasal dari bahan rempah seperti jahe dibandingkan gula merah itu sendiri.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa meskipun gula merah memiliki kandungan mineral lebih tinggi dibandingkan gula pasir, gula merah tetap termasuk kategori gula tambahan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....