Kesalahan saat Menyikat Gigi yang Masih Sering Dilakukan
- 21 Jul 2026 13:39 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjaga kebersihan mulut sudah menjadi rutinitas harian kebanyakan orang. Namun, menyikat gigi setiap hari ternyata belum tentu menjamin kesehatan gigi dan gusi terjaga secara optimal. Tanpa disadari, masih banyak kebiasaan keliru yang kerap dilakukan saat membersihkan gigi sehari-hari.
Salah satu kesalahan paling umum adalah langsung menyikat gigi sesaat setelah makan. Ternyata kebiasaan ini justru berisiko merusak struktur gigi. Menurut penjelasan medis yang dipublikasikan oleh Mayo Clinic, menyikat gigi segera setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam dapat mengikis lapisan email gigi yang sedang dalam kondisi lunak akibat paparan asam.
Gaya menyikat gigi juga memegang peranan penting. Menekan sikat terlalu keras atau menggosoknya secara horizontal dengan cepat bukanlah cara yang tepat untuk menghilangkan plak. American Dental Association (ADA) merekomendasikan teknik menyikat gigi secara perlahan dengan gerakan melingkar atau memutar kecil, menggunakan sikat berbulu lembut agar tidak melukai gusi maupun menipiskan email.
Durasi menyikat gigi juga sering kali terabaikan karena terburu-buru. Banyak orang yang hanya menggosok gigi selama beberapa detik saja. Padahal, World Health Organization (WHO) menyarankan durasi ideal menyikat gigi adalah selama dua menit penuh agar seluruh bagian permukaan gigi bersih secara merata.
Kesalahan lain yang kerap dianggap sepele adalah menyiram sikat gigi dengan air tepat setelah diolesi pasta gigi, atau langsung membilas mulut hingga bersih total usai menyikatnya. Praktik ini sebenarnya dapat melarutkan kandungan fluorida sebelum sempat bekerja melindungi gigi.
Edukasi mengenai pentingnya penggunaan fluorida ini juga terus ditegaskan oleh para pakar kesehatan di tanah air. Ikatan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menekankan bahwa fluoride dalam pasta gigi membutuhkan waktu untuk meresap dan memperkuat lapisan enamel, sehingga disarankan untuk cukup membuang sisa busa tanpa perlu berkumur terlalu kuat menggunakan air.
Terakhir, ketidakdisiplinan dalam mengganti sikat gigi juga menjadi masalah mendasar. Menggunakan sikat gigi yang bulunya sudah mekar tidak lagi efektif membersihkan sela-sela gigi. Sebagaimana direkomendasikan dalam literatur kesehatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sikat gigi sebaiknya diganti secara berkala setiap tiga hingga empat bulan sekali, atau lebih cepat jika bulu sikat sudah rusak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....