Mengenal Zone 2 Training

  • 20 Jul 2026 21:11 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dalam beberapa waktu terakhir, istilah Zone 2 Training semakin sering muncul di media sosial maupun dunia kebugaran. Metode latihan ini banyak dibahas oleh atlet hingga pakar kesehatan karena dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh tanpa harus melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Lantas, apa sebenarnya Zone 2 Training?

Zone 2 Training adalah latihan kardio dengan intensitas sedang, di mana detak jantung berada pada kisaran 60–70 persen dari denyut jantung maksimal. Pada zona ini, tubuh masih dapat memperoleh oksigen dalam jumlah yang cukup sehingga mampu menggunakan lemak sebagai salah satu sumber energi utama. Saat berolahraga di intensitas ini, seseorang umumnya masih dapat berbicara dengan kalimat pendek, tetapi tidak nyaman jika harus bernyanyi.

Dikutip dari American Heart Association (AHA), aktivitas fisik dengan intensitas sedang merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi, yang dapat dipadukan sesuai kemampuan masing-masing. Zone 2 Training menjadi salah satu bentuk latihan yang termasuk dalam kategori intensitas sedang.

Latihan ini dapat dilakukan melalui berbagai jenis olahraga, seperti berjalan cepat, jogging ringan, bersepeda, berenang, atau menggunakan treadmill dengan kecepatan yang membuat detak jantung tetap berada pada zona sasaran. Dibandingkan latihan berintensitas tinggi, Zone 2 Training cenderung terasa lebih nyaman sehingga lebih mudah dilakukan secara rutin, termasuk oleh pemula.

Salah satu alasan metode ini banyak diminati adalah karena membantu meningkatkan kebugaran aerobik secara bertahap. Dengan latihan yang konsisten, tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan oksigen dan menghasilkan energi. Selain itu, latihan intensitas sedang juga lebih ramah bagi persendian dan memiliki risiko cedera yang relatif lebih rendah dibandingkan olahraga berintensitas tinggi, terutama bagi mereka yang baru mulai berolahraga.

Meski demikian, Zone 2 Training bukan berarti menjadi satu-satunya jenis olahraga yang perlu dilakukan. Untuk memperoleh manfaat yang lebih lengkap, latihan aerobik sebaiknya dikombinasikan dengan latihan kekuatan otot (strength training), latihan keseimbangan, serta peregangan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi yang ingin mencoba Zone 2 Training, mulailah secara bertahap. Gunakan patokan denyut jantung jika memiliki alat pemantau, atau manfaatkan talk test, yaitu kemampuan berbicara saat berolahraga. Jika masih bisa berbicara dengan nyaman tetapi tidak bisa bernyanyi, kemungkinan intensitas latihan sudah mendekati zona sedang.

Zone 2 Training menjadi populer bukan karena merupakan tren sesaat, melainkan karena menawarkan cara berolahraga yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dilakukan secara rutin dan diimbangi pola hidup sehat, latihan ini dapat membantu meningkatkan kebugaran sekaligus menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....