Mengenal Cortisol Face: Mitos atau Fakta
- 09 Jul 2026 22:29 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Belakangan ini istilah cortisol face semakin sering muncul di media sosial, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram. Banyak konten yang menampilkan perubahan bentuk wajah yang tampak lebih bulat, sembap, atau bengkak, lalu mengaitkannya dengan tingginya kadar hormon kortisol akibat stres.
Tak sedikit pula yang menawarkan berbagai produk atau metode untuk mengatasi kondisi tersebut. Dikutip laman Alodokter.com, Cortisol face bukanlah istilah medis resmi. Istilah ini digunakan di media sosial untuk menggambarkan wajah yang tampak lebih bulat, sembap, atau bengkak dan diduga disebabkan oleh tingginya kadar hormon kortisol.
Pada kenyataannya, perubahan bentuk wajah memang bisa terjadi pada kondisi tertentu yang menyebabkan kadar kortisol sangat tinggi, seperti sindrom Cushing atau penggunaan obat kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang. Pada kondisi tersebut, seseorang dapat mengalami wajah yang membulat (moon face), penumpukan lemak di area leher dan punggung atas, hingga perubahan berat badan.
Namun, pada orang sehat yang hanya mengalami stres sehari-hari, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa stres ringan atau sedang secara langsung menyebabkan wajah berubah menjadi bulat seperti yang sering digambarkan di media sosial.
Jika seseorang merasa wajahnya terlihat lebih sembap saat sedang stres, penyebabnya belum tentu karena kortisol secara langsung. Ada beberapa faktor lain yang lebih mungkin berperan, di antaranya:
Kurang tidur sehingga tubuh menahan lebih banyak cairan.
Konsumsi makanan tinggi garam yang menyebabkan retensi cairan.
Dehidrasi.
Kenaikan berat badan.
Perubahan hormonal.
Kurangnya aktivitas fisik.
Stres memang dapat memengaruhi pola hidup seseorang. Ketika sedang banyak tekanan, seseorang cenderung tidur lebih larut, mengonsumsi makanan tinggi gula atau garam, serta jarang berolahraga. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat membuat wajah tampak lebih sembap.
Istilah cortisol face lebih banyak dikenal sebagai fenomena media sosial daripada diagnosis medis. Memang benar bahwa kadar kortisol yang sangat tinggi akibat kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perubahan bentuk wajah. Namun, stres sehari-hari tidak serta-merta membuat wajah menjadi bulat atau bengkak seperti yang banyak diklaim.
Alih-alih khawatir dengan tren yang beredar di internet, langkah terbaik adalah menerapkan gaya hidup sehat, mengelola stres dengan baik, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami perubahan fisik yang tidak biasa. Dengan memahami fakta di balik istilah cortisol face, kita bisa lebih bijak menyaring informasi kesehatan dan tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti kebenarannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....