Cara Mengatasi Tenggorokan Perih karena Asam Lambung

  • 12 Jun 2026 14:57 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tenggorokan perih tidak selalu disebabkan oleh infeksi atau radang akibat virus dan bakteri. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat dipicu oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan hingga mencapai area tenggorokan. Iritasi yang terjadi akibat paparan asam lambung tersebut dapat menimbulkan rasa perih, panas, hingga suara serak.

Asam lambung dapat naik ketika katup di bagian bawah kerongkongan tidak bekerja dengan optimal. Akibatnya, cairan asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Kondisi ini sering kali dipicu oleh kebiasaan makan berlebihan, langsung berbaring setelah makan, atau mengonsumsi makanan tertentu seperti makanan pedas, berlemak, dan minuman berkafein.

Menurut informasi yang disampaikan Halodoc, gejala refluks asam lambung tidak hanya berupa nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Sebagian penderita justru merasakan tenggorokan perih, batuk berkepanjangan, suara menjadi serak, hingga muncul rasa asam atau pahit di mulut. Gejala-gejala tersebut dapat memburuk pada malam hari atau saat posisi tubuh berbaring.

Perubahan gaya hidup sebagai langkah awal untuk membantu mengurangi keluhan. Penderita dianjurkan makan dalam porsi yang lebih kecil, menghindari makanan pemicu, tidak langsung tidur setelah makan, serta menjaga posisi kepala lebih tinggi saat beristirahat. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Selain perubahan pola hidup, penggunaan obat penetral atau penurun asam lambung dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan. Menjaga asupan cairan serta memilih makanan yang lembut dan mudah dicerna juga dapat membantu mengurangi iritasi pada tenggorokan hingga keluhan mereda.

Tenggorokan perih akibat asam lambung sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika sering kambuh atau berlangsung lama. Apabila keluhan disertai kesulitan menelan, muntah darah, tinja berwarna hitam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....