Kosumsi Makanan Tinggi Gula Berlebihan Picu Berbagai Penyakit
- 11 Jun 2026 08:39 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Makanan dan minuman manis memang menjadi favorit banyak orang. Namun di balik rasanya yang lezat, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari obesitas hingga diabetes.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan asupan gula bebas perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh. Berbagai jenis makanan tinggi gula sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya adalah kue, donat, biskuit, wafer, permen, cokelat, es krim, minuman bersoda, minuman boba, kopi susu kekinian, hingga berbagai jajanan tradisional yang menggunakan banyak gula atau sirup sebagai pemanis. Selain itu, sejumlah makanan olahan seperti saus, kecap manis, sereal sarapan, dan makanan kalengan juga dapat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.
| Baca juga: Kulit Bebas Minyak Tetap Sehat |
Menurut WHO, konsumsi gula bebas sebaiknya dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian atau sekitar 50 gram per hari untuk orang dewasa. Bahkan, pengurangan hingga 25 gram per hari dinilai memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik.
Ahli kesehatan menyebutkan bahwa kelebihan asupan gula dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga dapat memicu gangguan metabolisme yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Di Indonesia, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi perhatian serius. WHO Indonesia mencatat bahwa minuman manis semakin populer karena mudah diperoleh dan harganya terjangkau. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya angka obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes serta penyakit jantung.
| Baca juga: Sepuluh Manfaat Edamame untuk kesehatan |
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat dianjurkan lebih sering mengonsumsi air putih, memperbanyak buah dan sayuran segar, membatasi minuman berpemanis, serta membiasakan membaca label kandungan gula pada produk kemasan sebelum membeli.
Dengan pola makan yang lebih sehat dan seimbang, risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebih dapat ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....