Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja

  • 14 Mei 2026 23:46 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja saat ini. Namun, di balik manfaatnya sebagai sarana komunikasi dan informasi, penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental.

Menurut World Health Organization, kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan di mana individu mampu mengelola stres, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada lingkungannya. Paparan tekanan dari media sosial dapat mengganggu kondisi tersebut jika tidak dikontrol dengan baik.

Sementara itu, UNICEF menyebutkan bahwa remaja yang terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial berisiko mengalami kecemasan, rendah diri, hingga depresi. Hal ini terjadi karena media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan munculnya perilaku toxic productivity, di mana seseorang merasa harus terus produktif tanpa memberi ruang untuk beristirahat. Akibatnya, tubuh dan pikiran menjadi lelah, yang berujung pada gangguan kesehatan mental.

Selain itu, cyberbullying yang terjadi di media sosial juga menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan. Komentar negatif, ujaran kebencian, hingga tekanan sosial dapat memperburuk kondisi psikologis remaja.

Untuk mengatasi hal ini, para ahli menyarankan pentingnya literasi digital dan kesadaran dalam menggunakan media sosial. Remaja perlu memahami bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas.

Membatasi waktu penggunaan media sosial, menjaga pola hidup sehat, serta mencari dukungan dari lingkungan sekitar menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental di era digital saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....