Hari Lupus Sedunia 2026, Saatnya Lupus Lebih Terlihat
- 07 Mei 2026 19:02 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Setiap tanggal 10 Mei, dunia memperingati Hari Lupus Sedunia 2026 sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap lupus, penyakit autoimun kronis yang masih sering terlambat dikenali masyarakat. Tahun ini, kampanye global mengusung tema “Make Lupus Visible” atau “Buat Lupus Lebih Terlihat”, sebagai ajakan agar masyarakat lebih memahami gejala lupus dan pentingnya diagnosis sejak dini.
Lupus dikenal sebagai “penyakit seribu wajah” karena gejalanya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain. Banyak penderita awalnya hanya merasakan kelelahan berlebihan, nyeri sendi, atau muncul ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu di wajah. Namun dalam kondisi tertentu, lupus juga dapat menyerang organ vital seperti ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru salah mengenali sel sehat sebagai ancaman dan menyerangnya. Akibatnya, muncul peradangan kronis yang berlangsung dalam jangka panjang. Meski serius, lupus bukan penyakit menular.
Warna ungu menjadi simbol global dalam peringatan Hari Lupus Sedunia. Penggunaan warna ini menjadi bentuk dukungan moral bagi para penyintas lupus sekaligus pengingat bahwa masih banyak penderita yang berjuang menghadapi penyakit ini setiap hari.
Kurangnya pemahaman masyarakat membuat sebagian penyintas lupus menghadapi stigma sosial. Tidak sedikit penderita yang dianggap hanya kelelahan biasa, terlalu sensitif, bahkan dicap malas karena kondisi tubuh yang mudah lemah. Padahal, penderita lupus sering mengalami penurunan kondisi secara tiba-tiba yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dikutip dari World Lupus Federation, melalui kampanye Make Lupus Visible, masyarakat diajak lebih peduli terhadap tanda-tanda lupus dan mendukung penderita agar mendapatkan akses pengobatan serta dukungan emosional yang memadai. Deteksi dini menjadi langkah penting karena penanganan yang tepat dapat membantu penderita menjaga kualitas hidup dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Dokter juga mengingatkan bahwa lupus dapat menyerang siapa saja, namun lebih banyak ditemukan pada perempuan usia produktif. Hingga kini penyebab pasti lupus belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik, hormon, lingkungan, dan stres diduga ikut memengaruhi munculnya penyakit ini.
Peringatan Hari Lupus Sedunia bukan sekadar kampanye kesehatan, tetapi juga pengingat bahwa para penyintas lupus membutuhkan dukungan bersama. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan semakin banyak penderita yang bisa mendapatkan diagnosis lebih cepat dan menjalani hidup dengan lebih baik
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....