Memahami Infeksi Saluran Kemih pada Perempuan
- 24 Apr 2026 10:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum dialami oleh perempuan. Namun, sering kali muncul miskonsepsi bahwa ISK hanya disebabkan oleh kurang minum.
Menurut dr. Ayman Alatas, seorang Spesialis Mikrobiologi Klinik melalui akun X-nya (@AymanAlatas), penyebab utama ISK adalah bakteri Escherichia coli yang berasal dari usus. Bakteri ini berpindah ke uretra dan berkembang biak.
Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan adalah kebiasaan menahan buang air kecil. Urine yang mengalir memiliki fungsi mekanis penting sebagai mekanisme alami tubuh untuk membilas bakteri agar tidak sempat naik dan menempel pada dinding saluran kemih. Menahan kencing sama saja dengan memberikan waktu luang bagi bakteri untuk menetap dan menginfeksi jaringan.
Kesalahan kedua yang sering diabaikan adalah penghentian pengobatan secara sepihak. Banyak penderita ISK yang berhenti minum obat begitu gejalanya terasa membaik.
Secara medis, hal ini sangat berbahaya karena bakteri yang belum sepenuhnya tereliminasi justru berkesempatan untuk beradaptasi dan berkembang menjadi lebih resisten terhadap obat. Bakteri yang resisten ini menjadi lebih sulit disembuhkan, sehingga menyelesaikan siklus pengobatan sesuai anjuran dokter adalah hal yang perlu dilakukan.
Selain itu, hal sederhana yang berdampak besar namun sering disepelekan adalah arah saat membersihkan diri setelah buang air atau cebok. dr. Ayman menekankan bahwa arah cebok haruslah dari depan ke belakang. Kebiasaan ini berguna untuk mencegah perpindahan bakteri dari area perianal (anus) menuju uretra. Dengan mengubah arah cebok, kita memutus jalur migrasi bakteri E. coli yang menjadi dalang utama infeksi. sebuah langkah pencegahan murah namun sangat berdampak bagi kesehatan reproduksi perempuan.
Meskipun ISK sering dianggap sepele, dampaknya bisa sangat serius jika dibiarkan. Infeksi yang tidak tertangani dengan benar dapat naik ke organ yang lebih tinggi dan berkembang menjadi Pielonefritis (infeksi ginjal). Dengan langkah mudah seperti langsung buang air kecil saat terasa, tidak memutus pengobatan sepihak tanpa resep dokter, dan mengubah arah cebok dari depan ke belakang dapat membantu menjaga kesehatan saluran kemih. Edukasi yang tepat dan perilaku hidup bersih yang disiplin adalah kunci utama untuk menghindari komplikasi medis yang jauh lebih berat di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....