Bolehkah Mandi saat Masih Berkeringat

  • 22 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kebiasaan mandi segera setelah berolahraga atau beraktivitas berat sering kali menjadi perdebatan karena adanya kekhawatiran mengenai dampaknya bagi kesehatan. Banyaknya mitos yang berkembang bahwa mandi saat tubuh masih berkeringat dapat memicu berbagai masalah seperti panu hingga kondisi medis yang lebih serius seperti stroke.

Namun, mandi setelah berkeringat sebenarnya sangat diperbolehkan dan justru dianjurkan untuk menjaga kebersihan kulit, asalkan dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat setelah tubuh melewati fase stabilisasi suhu. Saat berkeringat, tubuh sedang berusaha membuang panas internal melalui pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit (vasodilatasi).

Jika tubuh yang sedang panas langsung disiram air dingin, berdampak pada penyempitan pembuluh darah secara tiba-tiba atau vasokonstriksi. Kondisi ini dapat memberikan kejutan pada sistem sirkulasi darah yang terkadang menyebabkan rasa pusing, mual, atau dalam kasus ekstrem, gangguan detak jantung sementara bahkan stroke.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI menyarankan untuk memberikan jeda waktu sekitar 20 - 30 menit sampai keringat kering agar detak jantung dan suhu tubuh kembali ke level normal sebelum terkena air. Selama menunggu, bisa melakukan pendinginan berupa peregangan. Pendinginan penting untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh seperti semula dan mencegah pegal-pegal setelah berolahraga.

Terkait anggapan bahwa mandi saat berkeringat menyebabkan panu, hal tersebut merupakan mitos karena panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia, bukan oleh air mandi. Justru, membiarkan keringat menempel di kulit terlalu lama dapat menjadikannya lembap dan hangat, yang merupakan kondisi ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak.

Bukan berarti tidak boleh mandi setelah berolahraga. Mandi justru penting untuk menjaga kebersihan kulit dari keringat dan bakteri yang muncul akibat berolahraga. Dengan mandi setelah suhu tubuh stabil, menjadi langkah pencegahan timbulnya jerawat punggung, biang keringat, dan berbagai infeksi kulit lainnya yang dipicu oleh penumpukan minyak serta garam dari sisa keringat yang menyumbat pori-pori.

Manfaat mandi setelah aktivitas fisik juga mencakup pemulihan otot yang lebih efektif dan relaksasi saraf. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, Mandi setelah berolahraga boleh menggunakan air hangat maupun air dingin. Mandi air hangat dapat melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, membantu menenangkan otot, dan memulihkan otot serta sendi.

Bahkan, mandi air hangat juga bisa membuat tubuh lebih rileks setelah lelah berolahraga. Mandi air dingin juga bisa memberikan banyak manfaat, seperti melindungi organ dalam dengan cara mendorong darah mengalir jauh hingga ke kulit, meredakan rasa panas akibat berolahraga, dan mencegah terjadinya radang otot.

Proses pendinginan alami melalui keringat harus dibiarkan selesai terlebih dahulu agar metabolisme tubuh tidak terganggu secara drastis. Setelah napas kembali teratur dan kulit tidak lagi terasa panas saat disentuh, mandi akan menjadi sarana pemulihan yang sangat menyegarkan sekaligus mendukung fungsi sistem imun agar tetap optimal. Mandi saat berkeringat tidak dianjurkan. Lebih baik melakukan pendinginan (cooling down) terlebih dahulu, menghindari penggunaan air yang suhunya terlalu ekstrem, dan memastikan tubuh sudah benar-benar rileks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....