Cuaca Panas, Waspada Keringat Buntat

  • 20 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cuaca panas memang sering membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Namun, di balik itu ada masalah kulit yang cukup sering muncul, yaitu keringat buntat atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai Miliaria.

Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Keringat buntat terjadi ketika saluran keringat tersumbat, sehingga keringat terjebak di bawah permukaan kulit. Kondisi ini sering terjadi saat suhu udara tinggi dan tubuh memproduksi keringat berlebih.

Dikutip dari Halodoc, keringat buntat ditandai dengan ruam berupa bintil-bintil kecil berwarna merah. Biasanya muncul di area tubuh yang mudah berkeringat, seperti leher, bahu, dan dada. Selain itu, lipatan kulit serta bagian yang sering bergesekan dengan pakaian juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Gejala keringat buntat bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Ada yang hanya berupa bintik merah tanpa rasa sakit, tetapi ada juga yang disertai rasa gatal hebat bahkan perih. Pada beberapa kasus, kulit terasa seperti tertusuk-tusuk, yang tentu membuat penderitanya tidak nyaman.

Anak-anak dan bayi lebih rentan mengalami keringat buntat karena kelenjar keringat mereka belum berkembang sempurna. Meski begitu, orang dewasa juga tetap berisiko, terutama jika sering berada di lingkungan panas, mengenakan pakaian terlalu tebal, atau kurang menjaga kebersihan kulit.

Untuk mencegah keringat buntat, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah memakai pakaian longgar berbahan menyerap keringat, seperti katun. Selain itu, usahakan berada di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara rutin juga penting agar pori-pori tidak tersumbat.

Jika keringat buntat sudah muncul, tidak perlu panik. Umumnya, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya jika kulit dijaga tetap sejuk dan kering. Mengompres area yang terkena dengan air dingin dapat membantu meredakan rasa gatal dan perih. Hindari menggaruk karena dapat menyebabkan iritasi atau bahkan infeksi.

Penggunaan bedak khusus atau losion yang menenangkan kulit juga bisa membantu mengurangi gejala. Namun, pastikan produk yang digunakan tidak menyumbat pori-pori. Jika keluhan semakin parah atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Perlu diingat, keringat buntat bukanlah penyakit berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan. Dengan menjaga kebersihan, memilih pakaian yang tepat, serta menghindari paparan panas berlebih, risiko terjadinya kondisi ini bisa diminimalkan.

Cuaca panas memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kendalikan. Mulai dari kebiasaan sederhana hingga menjaga lingkungan tetap sejuk, semua berperan penting. Jangan sampai keringat buntat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, penting juga untuk mengenali kapan kondisi ini perlu penanganan lebih lanjut. Jika keringat buntat disertai demam, pembengkakan, nanah, atau rasa nyeri yang semakin parah, hal tersebut bisa menjadi tanda infeksi. Dalam kondisi seperti ini, penanganan medis sangat diperlukan agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....