Waspada Popcorn Lung, Ancaman Serius di Balik Tren Vape

  • 16 Apr 2026 20:35 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Penggunaan rokok elektrik atau vape semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Namun di balik asap yang terlihat “lebih aman”, ada risiko kesehatan serius yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah popcorn lung atau bronchiolitis obliterans.

Menurut World Health Organization (WHO), Popcorn lung merupakan penyakit paru-paru yang terjadi akibat kerusakan pada saluran napas kecil, atau bronkiolus. Kondisi ini menyebabkan penyempitan saluran napas, sehingga aliran udara menjadi terhambat. Akibatnya, penderitanya bisa mengalami napas berbunyi atau mengi, sesak napas, hingga batuk kering yang berkepanjangan.

Istilah popcorn lung sendiri bukan tanpa alasan. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada pekerja pabrik popcorn yang terpapar bahan kimia bernama diacetyl, yaitu zat yang digunakan untuk memberikan rasa mentega pada makanan. Paparan diacetyl dalam jangka panjang diketahui dapat merusak jaringan paru-paru secara permanen.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa cairan rokok elektrik juga mengandung diacetyl atau senyawa serupa. Ketika zat ini dipanaskan dan dihirup, risiko kerusakan paru-paru pun meningkat. Meski tidak semua produk vape mengandung diacetyl, keberadaan zat kimia berbahaya lainnya tetap menjadi perhatian para ahli kesehatan.

Selain itu, lembaga kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention mencatat adanya kasus gangguan paru-paru serius yang berkaitan dengan penggunaan vape, yang dikenal sebagai EVALI atau e-cigarette or vaping product use-associated lung injury. Pada tahun 2020, ribuan kasus EVALI dilaporkan di Amerika Serikat, bahkan beberapa di antaranya berujung kematian.

Kondisi ini menjadi pengingat vape bukan tanpa risiko. Kandungan bahan kimia dalam cairan rokok elektrik dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan paru-paru, terutama jika digunakan secara terus-menerus.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak menganggap vape sebagai alternatif yang sepenuhnya aman dibandingkan rokok konvensional. Edukasi dan kesadaran akan risiko ini menjadi penting, terutama bagi generasi muda yang rentan terpapar tren gaya hidup tersebut.

Menjaga kesehatan paru-paru berarti menjaga kualitas hidup. Karena sekali paru-paru rusak, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....