Mitos atau Fakta : Adopsi Anak Memancing Kehamilan
- 06 Feb 2026 09:56 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Anggapan bahwa pasangan akan hamil setelah mengadopsi anak masih kerap dipercaya di masyarakat. Padahal, menurut pengalaman orang tua adopsi dan penjelasan para ahli, klaim tersebut tidak memiliki dasar medis dan lebih merupakan mitos yang terus berulang dari mulut ke mulut.
Dalam sebuah tulisan yang dimuat di adoption.com, seorang mantan reporter televisi menceritakan pengalamannya saat ia dan sang suami mengumumkan rencana mengadopsi anak. Banyak orang langsung melontarkan komentar serupa, yakni pasangan yang mengadopsi anak biasanya akan segera hamil.
Pernyataan semacam itu, menurut penulis, secara tidak langsung menempatkan adopsi seolah bukan cara yang membahagiakan untuk membangun keluarga. Selain itu, komentar tersebut juga menyiratkan bahwa proses adopsi berkaitan dengan kemampuan atau keinginan pasangan untuk memiliki anak kandung.
Faktanya, tidak semua pasangan yang mengadopsi anak mengalami atau mengharapkan kehamilan biologis. Ada pasangan yang mengadopsi tanpa mengetahui kondisi kesuburannya, sementara lainnya memilih jalur adopsi setelah bertahun-tahun berjuang menghadapi infertilitas.
Penulis mengisahkan, dua tahun setelah mengadopsi dua anak perempuan, ia dan suaminya memang akhirnya dikaruniai kehamilan. Namun, para dokter menegaskan bahwa adopsi yang merupakan proses nonmedis tidak memiliki kaitan dengan keberhasilan kehamilan setelah lama mengalami infertilitas.
Hal tersebut juga diperkuat oleh data dari National Infertility Association Resolve.org yang dikutip adoption.com. Studi menunjukkan bahwa tingkat kehamilan pada pasangan yang mengadopsi anak sama dengan pasangan yang tidak melakukan adopsi.
| Baca juga: Mengenal Cortisol Face: Mitos atau Fakta |
Fenomena kehamilan setelah adopsi sering terdengar lebih sering terjadi karena dianggap unik dan mudah diingat. Padahal, kondisi tersebut bukanlah hal yang umum dialami oleh sebagian besar keluarga adopsi, terutama mereka yang sebelumnya menghadapi masalah kesuburan.
Banyak orang yang mengaitkan adopsi dengan kehamilan dapat melukai perasaan keluarga adopsi. Ucapan tersebut seolah menempatkan anak adopsi sebagai pilihan sementara, hingga anak biologis hadir dalam keluarga.
Dari beberapa sumber juga menegaskan bahwa setiap anak, terlepas dari bagaimana ia hadir dalam sebuah keluarga, adalah anugerah. Adopsi maupun kehamilan biologis sama-sama merupakan jalan yang bermakna dalam membangun keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....