Cara Membuat POC dari Kulit Bawang, Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik
- 06 Okt 2026 13:47 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Kulit bawang merah, bawang putih, maupun bawang bombay biasanya langsung berakhir di tempat sampah setelah proses memasak selesai. Padahal, limbah dapur tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik cair (POC) untuk tanaman.
Mengolah kulit bawang menjadi POC bukan hanya menjadi cara sederhana untuk mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi alternatif pemanfaatan bahan organik yang murah dan mudah dibuat di rumah.
Kulit bawang diketahui mengandung berbagai senyawa dan unsur hara, seperti kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Namun, POC dari kulit bawang sebaiknya digunakan sebagai pelengkap pemupukan, bukan satu-satunya sumber nutrisi tanaman. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda dan tetap perlu disesuaikan dengan jenis serta kondisi tanaman.
Pemanfaatan kulit bawang sebagai bahan pupuk organik cair memiliki sejumlah manfaat dalam kegiatan berkebun. Di antaranya membantu menyediakan unsur hara bagi tanaman, mendukung pertumbuhan akar dan batang, serta menunjang proses pembungaan dan pembuahan.
Selain itu, pemanfaatan limbah dapur ini juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang setiap hari. Yang menarik, bahan utamanya sangat mudah diperoleh. Kulit bawang bahkan bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit dari aktivitas memasak sehari-hari.
Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat POC kulit bawang, bahan-bahan yang perlu disiapkan cukup sederhana, yaitu:
- 3–4 genggam atau sekitar 1 mangkuk kulit bawang merah, bawang putih, atau bawang bombay
- 1–1,5 liter air bersih
- 1–2 sendok makan gula merah atau gula pasir, terutama jika menggunakan metode fermentasi
- 100 ml air cucian beras atau susu murni sebagai bahan tambahan opsional
- Wadah plastik atau toples kaca
- Sendok kayu atau plastik
- Saringan atau kain saring
- Botol bersih untuk menyimpan hasil POC
Air cucian beras dapat digunakan sebagai pilihan bahan tambahan. Tidak perlu menggunakan semua bahan tambahan sekaligus.
Cara Membuat POC Kulit Bawang
Ada dua cara yang bisa dipilih, yaitu cara instan melalui perendaman dan cara fermentasi.
1. Cara Instan: Rendam Selama 24 Jam
Cara ini cocok bagi Anda yang ingin membuat larutan kulit bawang tanpa menunggu proses fermentasi.
Pertama, kumpulkan kulit bawang dan bersihkan dari kotoran atau sisa bahan makanan. Potong atau remas kulit bawang agar lebih mudah melepaskan senyawa ke dalam air.
Masukkan kulit bawang ke dalam wadah, kemudian tambahkan sekitar 1 liter air bersih. Diamkan selama kurang lebih 24 jam.
Setelah itu, saring air rendaman. Larutan yang diperoleh dapat digunakan untuk menyiram media tanam.
Metode ini relatif cepat, tetapi larutan sebaiknya segera digunakan dan tidak disimpan terlalu lama.
2. Cara Fermentasi: Lebih Lama, Perlu Pengawasan
Bagi yang ingin mencoba metode fermentasi, kulit bawang dapat dicampurkan dengan air dan sedikit gula merah sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme.
Masukkan kulit bawang ke dalam wadah, kemudian tambahkan sekitar 1–1,5 liter air. Masukkan gula merah yang telah dilarutkan terlebih dahulu. Air cucian beras juga dapat ditambahkan sebagai bahan opsional.
Tutup wadah, tetapi jangan membuatnya benar-benar kedap tanpa ruang pelepasan gas. Selama proses fermentasi, gas dapat terbentuk sehingga wadah perlu dibuka sebentar secara berkala untuk melepaskan tekanan.
Simpan di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Fermentasi dapat berlangsung sekitar 5–14 hari, tergantung kondisi bahan dan lingkungan. Larutan yang berhasil difermentasi umumnya memiliki aroma asam yang tidak menyengat seperti bau busuk.
Jika muncul bau busuk yang sangat menyengat, lendir berlebihan, atau tanda kontaminasi lainnya, sebaiknya larutan tidak digunakan dan proses dibuat ulang.
Setelah fermentasi selesai, saring cairan dan simpan dalam botol bersih.
Jangan Langsung Disiramkan ke Tanaman
Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah POC sebaiknya tidak digunakan dalam kondisi terlalu pekat.
Larutan perlu diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih. Takaran dapat disesuaikan dengan jenis tanaman dan respons tanaman terhadap larutan tersebut.
Sebagai panduan awal, dapat digunakan:
- Tanaman sayuran dan tanaman berdaun: sekitar 100 ml POC dicampur dengan 1 liter air, maksimal sekitar seminggu sekali.
- Tanaman berbunga dan tanaman buah: sekitar 150 ml POC dicampur dengan 1 liter air, sekitar 7–10 hari sekali.
- Tanaman hias dalam pot: sekitar 50–100 ml POC dicampur dengan 1 liter air, sekitar dua minggu sekali.
Gunakan takaran tersebut sebagai panduan awal, bukan aturan mutlak. Jika tanaman menunjukkan tanda stres seperti daun terbakar atau perubahan warna yang tidak wajar, hentikan penggunaan dan encerkan kembali larutan pada pemakaian berikutnya.
Ada dua cara utama menggunakan POC kulit bawang.
Disiramkan ke Media Tanam
Larutan yang telah diencerkan dapat disiramkan ke tanah atau media tanam di sekitar pangkal tanaman.
Hindari menyiram secara berlebihan. Media tanam cukup dibasahi tanpa membuatnya tergenang.
Disemprotkan ke Daun
Larutan yang telah disaring dan diencerkan juga dapat digunakan sebagai semprotan pada daun dan batang.
| Baca juga: Asal Mula Bangsawan Disebut Berdarah Biru |
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, bukan ketika matahari sedang terik.
Sebelum menyemprot seluruh tanaman, lakukan uji pada beberapa bagian daun terlebih dahulu. Hal ini penting untuk memastikan tanaman tidak menunjukkan reaksi negatif terhadap larutan.
Perlu dicatat, larutan kulit bawang bukan pengganti pestisida yang terbukti efektif untuk semua jenis hama. Jika tanaman mengalami serangan berat, penanganan perlu disesuaikan dengan jenis hama dan penyakitnya.
Ampasnya Jangan Langsung Dibuang
Setelah proses penyaringan, kulit bawang yang tersisa masih bisa dimanfaatkan.
Ampas tersebut dapat dicampurkan ke dalam kompos atau digunakan sebagai bahan organik pada media tanam setelah dipastikan tidak menimbulkan pembusukan berlebihan.
Dengan begitu, hampir seluruh bagian kulit bawang dapat dimanfaatkan dan tidak kembali menjadi sampah.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Agar proses pembuatan dan penggunaannya lebih aman, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Jangan menggunakan kulit bawang yang sudah busuk atau berjamur.
- Bersihkan kulit bawang sebelum digunakan.
- Jangan menggunakan larutan yang memiliki bau busuk menyengat atau tanda kontaminasi.
- Saring larutan dengan baik jika akan digunakan sebagai semprotan agar tidak menyumbat alat.
- Jangan menggunakan POC dalam kondisi terlalu pekat.
- Simpan larutan di tempat teduh dan gunakan dalam waktu yang wajar.
- Amati respons tanaman setelah pemakaian dan hentikan jika muncul tanda-tanda kerusakan.
Dari Kulit Bawang Menjadi "Emas Hijau"
Membuat POC dari kulit bawang merupakan salah satu cara sederhana untuk mengubah limbah dapur menjadi sesuatu yang kembali bermanfaat.
Tidak membutuhkan bahan yang mahal, prosesnya pun bisa dilakukan di rumah. Dengan memanfaatkan kulit bawang, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi sampah organik, tetapi juga belajar mengolah bahan sisa menjadi bagian dari kegiatan berkebun.
Meski demikian, POC kulit bawang sebaiknya tidak dianggap sebagai pupuk lengkap yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman. Perawatan tanaman tetap perlu memperhatikan kondisi tanah, air, cahaya, serta kebutuhan unsur hara sesuai jenis tanaman.
Jadi, mulai sekarang jangan buru-buru membuang kulit bawang setelah memasak. Kumpulkan, olah dengan cara yang tepat, dan manfaatkan sebagai bagian dari upaya merawat tanaman sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Dari dapur yang sederhana, kita bisa memulai langkah kecil menuju kebun yang lebih hijau dan lingkungan yang lebih bersih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....