Guru Besar Magister Pendidikan Biologi UNRI dorong Guru Tingkatkan Kualitas Soal
- 03 Okt 2026 19:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga perlu memastikan proses evaluasi mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Hal tersebut menjadi perhatian Prof. Dr. Evi Suryawati, Guru Besar Bidang Pendidikan Sains/Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI).
Prof. Evi menyampaikan pentingnya penguatan kemampuan guru dalam menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan kasus kontekstual. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan pendampingan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Biologi Kota Pekanbaru, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Prof. Evi, penguatan kualitas soal menjadi penting karena capaian TKA Biologi masih perlu mendapatkan perhatian. Ia menyebut hasil evaluasi yang menjadi dasar kegiatan menunjukkan nilai TKA di tingkat Provinsi Riau pada 2025 berada di angka sekitar 54, sementara capaian di sejumlah kabupaten masih berada di bawah 50 persen.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu direspons bukan semata-mata dengan memperbanyak latihan soal, tetapi dengan meningkatkan kualitas soal yang diberikan kepada peserta didik.
“Bagaimana kita melatih soal-soal kepada siswa yang melatih siswa untuk HOTS, Higher Order Thinking Skill,” ujar Prof. Evi.
Ia menjelaskan bahwa soal berbasis HOTS membutuhkan stimulus yang memungkinkan peserta didik menggunakan kemampuan berpikirnya untuk memahami persoalan sebelum menentukan jawaban.
Stimulus tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai fenomena, data, informasi, maupun kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya dituntut mengingat konsep Biologi, tetapi juga menggunakannya untuk menganalisis dan menyelesaikan persoalan.
Prof. Evi juga menekankan hubungan antara kualitas soal dengan konsep pembelajaran mendalam. Menurutnya, pembelajaran yang baik seharusnya membuat siswa sadar terhadap proses belajarnya, merasa senang, dan memperoleh makna dari apa yang dipelajari.
“Kalau guru selalu melatih siswa dan kemudian mendiskusikannya setelah membuat, insyaallah nanti siswa kita dapat mencapai pembelajaran mendalam yang diharapkan,” katanya.
Bagi Prof. Evi, guru memiliki posisi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga perlu menjadi sosok yang mampu menginspirasi peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan berpikirnya.
“Jadilah guru yang selalu menginspirasi pada siswanya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan soal tidak boleh berhenti pada tahap penulisan. Soal perlu melalui proses telaah dan uji coba untuk memastikan kualitasnya.
“Dalam pembuatan soal tentu saja tahapannya kita akan menyusun soal yang valid dan reliabel. Tentu ini harus diujicobakan,” jelasnya.
Menurut Prof. Evi, proses uji coba dan telaah justru memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar dari instrumen yang mereka susun sendiri. Dengan demikian, penyusunan soal dapat menjadi bagian dari proses pengembangan profesional guru.
“Guru jangan dalam membuat soal, sekali membuat langsung jadi. Tidak. Itulah gunanya sehingga kita mendapat makna sebagai guru sendiri pun kita akan mendapat makna dari apa yang kita kerjakan,” tuturnya.
Ia berharap penguatan kemampuan guru dalam menyusun soal HOTS dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pembelajaran Biologi.
Prof. Evi juga mengaitkan upaya peningkatan kualitas pembelajaran tersebut dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui guru yang mampu menyusun instrumen evaluasi secara valid, reliabel, kontekstual, dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran Biologi diharapkan tidak sekadar menghasilkan siswa yang mampu menjawab soal, tetapi juga peserta didik yang mampu memahami, menganalisis, dan memaknai pengetahuan yang diperolehnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....